Kuota Pupuk Bersubsidi Kabupaten Berau Turun, Jelang Musim Tanam, Petani Menderita

Kebijakan pengurangan jatah atau kuota pupuk bersubsidi juga terjadi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur!

Tribunkaltim.co/Ikbal Nurkarim
Kasi Pupuk Pestisida dan perlindungan tanaman Dinas Pertanian Kabupaten Berau Bambang 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Kebijakan pengurangan jatah atau kuota pupuk bersubsidi juga terjadi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Hal tersebut dikatakan Kasi Pupuk Pestisida dan perlindungan tanaman Dinas Pertanian Kabupaten Berau Bambang saat dikonfirmasi awak media, Jumat (28/2/2020).

Kondisi itu menurut bambang cukup berpengarah terhadap kebutuhan petani yang ada di kabupaten berjuluk Bumi Batiwakkal itu.

Bambang membandingkan jumlah pupuk bersubsidi yang diterima Berau di 2019 dan 2020.

"Untuk tahun 2019 kita dapat kuota cukup banyak yaitu urea sekitar 2.109 ton per tahun," bebernya.

Pemerintah Pusat Pangkas 50% Pupuk Bersubsidi, Beratkan Petani, DPRD Penajam Paser Utara Lakukan Ini

"Kemudian untuk SP 36 sekitar 138 ton, ZA 153 ton MP 3500 ton dan organik 51 ton," katanya.

"Kita bandingkan dengan tahun 2020 ini terdapat penurunan yang sangat signifikan sebagai contoh di sini UREA hanya dapat 843 ton, kemudian SP 36 sekitar 42,7 ton, MPK 100 ton," tuturnya.

Saat ditanya prihal penurunan kuota pupuk bersubsidi tersebut, Bambang mengaku belum mengetahui penyebab persisnya.

Karena kebijakan tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat.

"Kami belum tahu persis penyebabnya apa indikasi penurunan kuota dari subsidi pupuk ini," pungkasnya.

Halaman
123
Penulis: Ikbal Nurkarim
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved