Reaksi Vatikan saat Paus Fransiskus Diserang Kabar Hoaks Terinfeksi Virus Corona, Ini Penjelasannya
Reaksi Vatikan saat Paus Fransiskus diserang kabar Hoaks terinfeksi Virus Corona kala meimpin misa Rabu Abu
TRIBUNKALTIM.CO - Reaksi Vatikan saat Paus Fransiskus diserang kabar Hoax terinfeksi Virus Corona, ini penjelasannya.
Kabar mengejutkan sempat beredar di internet terkait kondsisi Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus.
Sebuah situs internet memberitakan bahwa Paus Fransiskus, positif terinfeksi Virus Corona.
Publikasi tersebut terjadi setelah Paus Fransiskus terekam kamera tengah batuk-batuk dan menyeka hidungnya saat memimpin misa Rabu Abu.
• Data Terbaru Hasil Pemeriksaan 136 Pasien terduga Virus Corona di di 22 Provinsi di Indonesia
• 6 Kota di Indonesia Ini Disebut-sebut Masuk Zona Kuning Penyebaran Virus Corona, Kemenkes: Tak Benar
• Sindiran Keras Rocky Gerung Soal Virus Corona, Sebut Milenial Staf Presiden Tak Mampu Bantu Jokowi
Narasi yang beredar
Portal bernama MCM News awalnya melontarkan publikasi bahwa Vatikan mengonfirmasi Sri Paus terkena terkena Virus Corona yang mengakibatkan penyakit covid-19 tersebut.
MCM News itu melontarkan pemberitaan bahwa tidak hanya Paus, namun dua pembantunya juga tertular Virus Corona alias penyakit covid-19.
"Tiga kasus itu menambah lebih dari 400 kabar infeksi yang terjadi di Italia dalam sepekan terakhir," demikian ulasan MCM News.
Munculnya pemberitaan tersebut terjadi setelah Paus Fransiskus nampak mengelap hidungnya ketika memimpin misa Rabu Abu di Roma (26/2/2020).
Laporan pada saat itu menyebutkan, Paus berusia 83 tahun tersebut mengalami bersin dan batuk-batuk setelah menemui umat di Lapangan Santo Petrus.
Di acara tersebut, Kepala Negara Vatikan ini bersalaman dan mencium kepala beberapa umatnya.
Dia juga memberikan dukungannya bagi penderita Virus Corona.
"Saya berharap, sekali lagi, untuk mengungkapkan dukungan saya bagi penderita Virus Corona maupun pekerja medis yang merawat mereka," jelasnya.
Kemudian pada Rabu, Paus Fransiskus tampak menggigil dan berbicara dengan suara agak serak.
Selain itu, Paus Fransiskus juga dikabarkan batuk-batuk dalam misa Rabu Abu.
Karena kondisinya tersebut, Paus Fransiskus dilaporkan harus membatalkan sejumlah acara yang dihelat pada Kamis (27/2/2020) hingga Jumat (28/2/2020).
Berdasarkan keterangan yang dirilis oleh Vatikan, informasi yang menyatakan Paus Fransiskus terinfeksi Virus Corona adalah tidak benar, atau hoaks.
• 2 Staf Idol Kpop Chungha Positif Terjangkit Virus Corona, MNH Entertainment Beri Pernyataan Resmi
Hasil penelusuran Kompas.com
Direktur Kantor Pemberitaan Takhta Suci Vatikan, Matteo Bruni, menegaskan bahwa Paus dengan nama asli Jorge Mario Bergoglio tidak terkena covid-19.
Dilansir Vatican News Sabtu (29/2/2020), Bruni menyatakan bahwa Paus yang berasal dari Argentina itu tengah mengalami kondisi "tidak enak badan".
Meski begitu, dia tetap memimpin misa pagi di kapel wisma tamu Santa Marta, tempatnya tinggal selama ini, pada Sabtu waktu setempat.
Dia kemudian melanjutkan agendanya melakukan audiensi dengan sejumlah tokoh gereja.
Termasuk tiga uskup agung dari luar Italia.
Namun, dia terpaksa membatalkan kegiatan audiensi kelompok, di mana salah satu partisipan adalah he Legionaries of Christ.
"Tidak ada bukti yang akan mengarah kepada diagnosa serius apa pun kecuali bahwa beliau mengalami kondisi yang kurang sehat," jelas Bruni dikutip Reuters.
Korban Meninggal Dunia Akibat Virus Corona Terus Bertambah
Sementara itu, Virus Corona juga telah menyebar di Amerika Serikat.
Bahkan AS mengumumkan kematian pertama akibat Virus Corona.
Pejabat AS mengatakan, korban tewas sebab infeksi Virus Corona berusia 50 tahun dan memiliki isu kesehatan yang kurang baik.
Presiden AS Donald Trump mengatakan kemungkinan kasus serupa namun dia meyakinkan pemerintah AS telah mengupayakan segala sesuatunya.
• Sindiran Keras Rocky Gerung Soal Virus Corona, Sebut Milenial Staf Presiden Tak Mampu Bantu Jokowi
Pada Minggu (01/03/2020), pemerintah Australia juga mengumumkan kematian pertama warganya yang berusia 78 tahun.
Warga australia itu dievakuasi dari kapal pesiar Diamond Princess.
Lebih dari 85 ribu kasus infeksi Virus Corona yang dilaporkan dari 57 negara di dunia dengan angka kematian mencapai tiga juta jiwa berdasarkan WHO.
Pejabat kesehatan lokal AS pada Sabtu (29/02/2020) mengonfirmasi kematian pria usia 50 tahun di King County, Washington.
Menurut keterangan yang didapat, pria tersebut tidak pernah bepergian ke negara-negara yang terjangkit Virus Corona.
Pernyataan yang berasal dari pejabat AS di West Coast di California, Oregon dan Washington mengekspresikan kekhawatiran tentang kasus yang muncul pada pasien yang belum mengunjungi daerah di mana ada wabah atau melakukan kontak dengan siapapun yang pernah terjangkit Virus Corona.
• Tak Ada Warga Indonesia yang Terinfeksi Virus Corona, Ahli Sebut 2 Hal Ini Jadi Daya Tahan Tubuh
Otoritas di Washington mengatakan pada Sabtu (29/02/2020) kemarin bahwa mereka masih melakukan investigasi terkait kemungkinan penyebaran Virus Corona di sebuah panti jompo.
Dr. Jeffrey Duchin, pejabat kesehatan untuk Seattle Washington dan King County mengatakan bahwa terdapat dua kasus yang diasosiasikan dengan Life Care Center di Kirkland.
Seorang petugas kesehatan dan seorang wanita jompo usia 70 tahun.
Dr. Duchin mengatakan sebanyak 27 penghuni dan 25 karyawan memiliki gejala seperti Virus Corona.
Secara total, WHO mengabarkan terdapat 62 kasus infeksi Virus Corona di AS.
Salah satu warga AS sendiri ada yang meninggal di Wuhan karena terinfeksi virus tersebut.
(*)