Tabrakan Beruntun 1 Tewas
Pasca Kecelakaan Beruntun, Dishub Gelar Rapat Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan Bontang
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bontang, Kamilan menyatakan bakal menggelar rapat bersama Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan ( LLAJ ) Kota Bontang,
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Kepala Dinas Perhubungan Kota Bontang, Kamilan menyatakan bakal menggelar rapat bersama Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan ( LLAJ ) Kota Bontang, Kamis (5/3/2020).
Hal itu dilakukan merespon kecelakaan beruntun yang menewaskan 2 pengendara motor di Jalan Poros Bontang-Sangatta, turunan simpang 3 RSUD Taman Husada Bontang.
"Saran masyarakat, Kamis akan rapatkan dengan forum LLAJ. Karena yang menentukan rekayasa lalu lintas bukan hanya (Dinas) Perhubungan saja," katanya, Selasa (3/3/2020) melalui sambungan telepon.
Kamilan yang saat dikonfirmasi berada di Jakarta, mengatakan nanti di dalam rapat bersama tersebut, pihaknya bersama kepolisian, Kejaksaan, Dinas PU Kota Bontang dan instansi terkait lainnya, bakal membahas rekayasa lalu lintas.
Pihaknya mengaku mendapat banyak masukan dari elemen masyarakat, yang ingin menutup simpang 3 menuju bilangan Sekambing. Banyak masukkan agar turunan RSUD Bontang tersebut dijadikan satu jalur. Artinya trafic light bakal di non aktifkan.
• Polres Bontang Olah Tempat Kejadian Perkara Tabrakan Beruntun Tewaskan 2 Orang, Begini Hasilnya
• Kecelakaan Beruntun, DPRD Bontang Angkat Biacara, Usulkan Tutup Simpang 3 RSUD, Buat Sodetan Jalan
Menanggapi masukan tersebut, Kamilan mengaku tak ingin buru-buru. Semua harus diputuskan dengan pertimbangan yang matang. Sebab itu dibutuhkan koordinasi dengan forum LLAJ untuk menentukan rekayasa lalu lintas di sana.
"Rekayasa lalu lintas bagaimana? Kalau ditutup, bagaimana? Apakah buat kapsul di atas sana. Dari arah Samarinda, kan, naik, apakah menjamin juga keselamatannya, naik, terus ada kapsul. Nanti kita rapatkan," ungkapnya.
Menurutnya faktor terjadinya kecelakaan beragam, mulai dari sarana dan prasarana jalan, kelaikan kendaraan, hingga faktor kelalaian pengemudi.
Penempatan trafic light dan pembuatan simpang di lokasi kecelakaan beruntun kemarin (2/3/2020), disebut Kamilan pasti memiliki kajian lali lintas.
• Korban Meninggal Dunia Tabrakan Beruntun di Bontang Bertambah Satu Orang, Tiga Masih Kritis
• RSUD Taman Husada Bontang Tangani 9 Korban Tabrakan Beruntun, Empat Orang Dikabarkan Kritis
"Ada kajiannya. Itu, kan, keputusan forum LLAJ, kami akan rapatkan melalui forum juga," tuturnya.
Lebih lanjut, pihaknya enggan berandai-andai soal bagaimana rekayasa lalu lintas pasca terjadinya kecelakaan yang memakan 9 korban tersebut. Apakah ditutup jalan menuju Sekambing atau mendatarkan jalan, semua tergantung keputusan bersama nanti.
"Apakah keputusan forum ditutup satu jalur, atau usulkan ke Kementerian PU untuk mendatarkan tanahnya, karena itu jalan nasional. Kita tunggu aja rapat forum nanti. Rapat difasilitasi Dishub," tuturnya. (Tribunkaltim.co, Fachri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/respon-kecelakaan.jpg)