Pemkab Kubar Gelar Bimtek Untuk Tertibkan Pengelolaan Arsip di Kabupaten Kutai Barat

Dinas Arsip dan Perpustakaan Pemkab Kubar Bahtiar mengatakan, kondisi faktual dan isu strategis di Kutai Barat Kalimantan Timur.

Tribunkaltim.co/Febriawan
BIMTEK ARSIP - Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan dan SDA, Ayonius, memberikan cendramata kepada narasumber saat membuka bimbingan teknis Pengelolaan Arsip Inaktif bertempat di Ruang Diklat Lantai 2 Kantor Bupati Kubar. Kamis (5/3/2020) pagi. 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR – Sebagai upaya pembinaan untuk para pencipta arsip, utamanya bagi perangkat daerah, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat ( Pemkab Kubar ), melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan mengadakan Bimbingan Teknis (BImtek) Pengelolaan Arsip Inaktif.

Kegiatan yang dilangsungkan di Ruang Diklat Lantai 2 Kantor Bupati Kubar ini, dibuka oleh Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan dan SDA, Ayonius pada Rabu (4/3) pagi.

Dalam sambutannya, Bupati Kubar FX Yapan yang dibacakan Asisten 2 menyampaikan, penyelenggaraan bimbingan teknis ini sesuai Undang-undang Nomor. 43 Tahun 2009 tentang kearsipan. 

“Kegiatan Bimtek ini sebagai sarana melakukan pembinaan oleh dinas arsip dan perpustakaan sebagai lembaga kearsipan daerah terhadap seluruh pencipta arsip. Dalam hal ini adalah semua perangkat daerah pada Pemerintahan Kabupaten Kutai Barat,”katanya.

Dijelaskan Bupati, arsip inaktif diklasifikasikan atas urusan atau masalah secara logis, kronologis dan sistematis. Berdasarkan fungsi dan kegiatan organisasi pencipta arsip dan arsip yang sudah tidak digunakan dapat dinonaktifkan atau dimusnahkan.

Pengelolaan arsip, tegasnya, harus dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan dan standar kearsipan. Mulai sejak penciptaan hingga penyusutan.

“Kepada peserta Bimtek kita harapkan dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik. Kemudian kepada Narasumber kami harapkan bisa memberikan pengajaran dan pelatihan yang maksimal kepada para peserta. Sehingga ke depannya terwujud kearsipan yang baik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat,” kata Yapan dalam sambutan tertulisnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Bahtiar mengatakan, kondisi faktual dan isu strategis di Kutai Barat yang menjadi latar-belakang pelaksanaan kegiatan bimbingan teknis kearsipan.

Disebutkan, saat ini arsip masih belum bisa dirasakan manfaatnya. Oleh karena akses yang terbatas, pengelolaan arsip kerap dianggap tidak perlu, tidak penting dan kurang tertib.

“Perlindungan dan penyelamatan arsip belum banyak dilakukan oleh perangkat daerah selaku pencipta arsip,” jelasnya.

Melalui diselenggarakannya Bimtek ini, diharapkannya akan mendorong kesadaran Pejabat, Arsiparis dan Petugas pengelola arsip untuk mengelola arsip Perangkat Daerah.

Khususnya arsip Inaktif dan terampil dalam mengelola dan menata arsip Inaktif pada masing-masing Perangkat Daerah.

Kegiatan bimtek yang berlangsung sehari ini, mendatangkan narasumber dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kaltim dan diikuti peserta Bimtek sebanyak 55 orang yang berasal dari unsur arsiparis dan pengelola arsip dari 26 Perangkat.

(Tribunkaltim.co)

Penulis: Febriawan
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved