Ramai Soal Corona, Civitas Akademika Universitas Balikpapan Tidak Dilarang Pergi ke Luar Negeri

Rektor Universitas Balikpapan ( Uniba ) Piatur Pangaribuan menyebutkan tidak ada aturan khusus yang dibuat untuk menyikapi fenomena Corona.

TribunKaltim.co/Rachmad Sujono
ILUSTRASI Mahasiswa Universitas Balikpapan - Rektor Universitas Balikpapan (Uniba) Piatur Pangaribuan menyebutkan tidak ada aturan khusus yang dibuat untuk menyikapi fenomena Corona. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kekhawatiran terhadap virus Corona atau Covid-19 pun dirasakan hingga ke tingkat perguruan tinggi di kalangan para akademisi. Termasuk di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Apalagi warga sempat dikejutkan dengan 4 masyarakat yang sempat diobservasi, meski telah dinyatakan negatif Corona.

Rektor Universitas Balikpapan ( Uniba ) Piatur Pangaribuan menyebutkan tidak ada aturan khusus yang dibuat untuk menyikapi fenomena Corona.

Termasuk larangan civitas akademika ke luar negeri.

"Tidak ada larangan untuk civitas akademika kami ke luar negeri, apalagi untuk tugas. Yang penting kita jaga kesehatan, bawa masker, cuci tangan, kalau ada yang bersin kita menjauhkan diri," ujar Piatur Pangaribuan, Kamis (5/3/2020).

Meski tidak ada larangan baik tertulis maupun lisan, ia mengatakan tetap mengimbau untuk melakukan antisipasi.

"Minum air putih yang banyak, jaga kesehatan. Jika badan kita kurang fit kan gampang terserang penyakit, jangankan Corona, penyakit biasa pun kita rentan," tuturnya.

Ia mengungkapkan bahwa kunci pencegahan penularan virus Corona terletak pada perilaku hidup sehat.

Perilaku hidup sehat seperti mencuci tangan, konsumsi makanan sehat, serta olahraga dan istirahat yang cukup sebenarnya sering dikampanyekan sebelum kemunculan virus Corona.

"Jaga keseimbangan kesehatan di ruang publik, maupun dirumah. Makan makanan yang higenis. Kami selalu imbau mahasiswa-mahasiswa kami juga agar menerapkan PHBS ini dan menyebarkan juga ke keluarga dan lingkungan masing-masing," tukasnya.

Diketahui COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS CoV-2

Dengan gejala umum gangguan saluran pernafasan akut baik ringan maupun berat yang meliputi demam, batuk, sesak nafas, kelelahan, pilek, nyeri tenggorokan, atau diare.

Satu dari enam orang yang terinfeksi akan mengalami gejala sakit yang berat hingga kesulitan bernafas.

Dan sebagian besar penderita yang mengalami keparahan adalah orang berusia lanjut dan memiliki riwayat penyakit lain seperti hipertensi, penyakit jantung, atau diabetes.

(TribunKaltim.co)

Penulis: Heriani AM
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved