Berita Pemprov Kalimantan Timur

Bawa Pisang hingga Sawit, Mentan Akan Lepas Kapal Ekspor Langsung dari Kariangu ke Asia dan Eropa

Komoditi pisang, kelapa, rumput laut, cangkang atau bungkil sawit juga akan berada di atas kapal yang akan berangkat

HUMASPROV KALTIM/SAMSUL ARIFIN
Kabag Industri dan Jasa Biro Perekonomian Setdaprov Kaltim, Eka Kurniati memimpin rapat persiapan Pelepasan Kapal Ekspor Langsung (Direct Call) Marks Line di Kantor Gubernur, Samarinda, Senin (9/3/2020). Seremoni pelepasan dijadwalkan akan dilaksanakan Menteri Pertanian Yasin Limpo didampingi Gubernur Kaltim Isran Noor menuju sejumlah negara di Asia dan Eropa dari Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal (KKT) pada Senin, 23 Maret 2020. 

SAMARINDA - Pelepasan Kapal Marks Line dari Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal (KKT) untuk ekspor langsung (direct call) akan dilakukan pada Senin, 23 Maret 2020.

Informasi tersebut disampaikan Kabag Industri dan Jasa Biro Perekonomian Setdaprov Kaltim, Eka Kurniati usai memimpin rapat persiapan pelaksanaan direct call yang rencananya akan dipimpin oleh Gubernur Kaltim Isran Noor.

“Setelah rapat ini, kami rencanakan direct call pada Senin, 23 Maret 2020,” kata Eka Kurniati di Kantor Gubernur, Senin (9/3/2020).

Terkait rencana ini, Pemprov Kaltim pun sudah berkirim surat kepada Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Jika berkenan hadir, maka panitia pun telah menyiapkan opsi pelepasan oleh Menteri Pertanian didampingi Gubernur Isran Noor.

Pelepasan direct call ini mundur sehari dari jadwal sebelumnya, 22 Maret 2020. Rencananya, pimpinan Marks Line baru akan tiba di Balikpapan pada 23 Maret 2020, sekira pukul 10.00 Wita.

“Dari Bandara SAMS, mereka akan langsung menuju Pelabuhan Kariangau. Pelepasan kita jadwalkan sekitar pukul 2 siang,” ungkap Eka.

Produk atau komoditi yang akan diekspor melalui Pelabuhan KKT ini meliputi plywood dan moulding, serta hasil perikanan seperti udang. Komoditi pisang, kelapa, rumput laut, cangkang atau bungkil sawit juga akan berada di atas kapal yang akan berangkat menuju sejumlah negara di Asia dan Eropa itu.

Setelah direct call ini diharapkan ekspor berbagai komoditas Kaltim akan terus meningkat dan berkembang. Sehingga di masa-masa mendatang, ekspor Kaltim tidak hanya mengandalkan batu bara, minyak dan gas bumi yang jumlahnya pasti akan terus berkurang, bahkan habis. (sul/adv)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved