Mirip Dengan Flu Biasa, Gejala Terinfeksi Virus Corona Bisa Dideteksi dari Jenis Batuk
Mirip dengan flu biasa, gejala terinfeksi virus Corona bisa dideteksi dari Jenis batuk
TRIBUNKALTIM.CO - Mirip dengan flu biasa, gejala terinfeksi virus Corona bisa dideteksi dari Jenis batuk .
Wabah virus Corona kini menginfeksi banyak orang di berbagai belahan dunia .
Banyak yang mungkin belum mengetahui bagaimana tanda-tanda sesorang terinfeski virus Corona
Perbedaan antara pilek ringan dan infeksi virus corona yang mematikan bisa dibedakan dari jenis batuk yang muncul.
Virus corona yang seperti flu ini telah menginfeksi lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia.
Bahkan, virus ini telah membunuh lebih dari 3.000 orang dan membuat pasar saham hingga industri perjalanan kacau, karena khawatir penyebarannya memburuk.
• Rakor Antisipasi Virus Corona, Bupati Kubar Minta Masyarakat Tidak Panik, Tetap Waspada
• Virus Corona Ancam Keberlangsungan Liga Italia Musim 2019-2020, Penangguhan Kian Menguat
• Tips Terhindar dari Corona ala RSUD Panglima Sebaya Paser, Kala Batuk tak Pakai Tutup Telapak Tangan
• Virus Corona Jangan Diantisipasi Secara Berlebihan, Minta Warga Paser Jangan Panik
Gejala infeksi virus corona sangat mirip dengan penyakit sehari-hari.
"Orang-orang khawatir untuk alasan yang benar," kata Dr. Waleed Javaid, direktur pencegahan dan pengendalian infeksi di Mount Sinai Downtown.
Di saat demam menjadi gejala paling umum dari virus corona (COVID-19), sekitar dua pertiga (67,7 persen) pasien juga mengalami batuk --khususnya batuk kering, menurut World Health Organization (WHO).
"Batuk kering adalah apa yang kami sebut batuk tidak produktif, karena tidak ada dahak yang muncul," kata Javaid kepada New York Post.
Batuk ini biasanya ditandai dengan tenggorokan yang gatal.
Di sisi lain, batuk berdahak menghasilkan lendir dan bisa terasa seperti berderak di dada.
Batuk berdahak dapat menyebabkan seseorang merasa mengalamii gejala gangguan pernapasan serius yang ditandai bunyi napas seperti bersiul.
Batuk berdahak bisa merupakan gejala dari sesuatu yang lebih jinak, seperti pilek atau alergi.
Bronkitis dan pneumonia juga sering disertai batuk berdahak, kata Javaid.
Gejala lain yang tidak begitu umum dari infeksi virus corona termasuk produksi lendir (sekitar 33,4 persen pasien dengan virus ini pernah mengalaminya).
Artinya, sebagian kecil orang dengan penyakit ini menderita batuk berdahak.
"Batuk itu sendiri adalah masalah, tetapi batuk kering akan membawa masalah lebih besar,” kata Javaid.
Lebih penting lagi, batuk, di samping demam terus-menerus harus mengibarkan "bendera merah."
"Kombinasi gejala lebih penting. Batuk dan demam jenis apa pun akan sangat memprihatinkan."
• Ridwan Kamil Warning Penimbun Masker, Dorong Pengusaha Bersikap Empati Soal Virus Corona
Berdasarkan keterangan WHO, gejala tambahan infeksi virus corona termasuk sesak napas (ditemukan pada 18,6 persen pasien), sakit tenggorokan (13,9 persen pasien), dan sakit kepala (13,6 persen).
Tetapi, kata Javaid, batuk kering tidak selalu berarti kita mengidap infeksi virus corona.
"Batuk kering dapat terjadi karena ratusan alasan berbeda."
Terlepas dari batuk kering atau berdahak, pasien harus tetap berada di dalam ruangan tertutup dan memantau gejala yang muncul.
Jika demam dan batuk berlangsung lama, segeralah pergi ke dokter.
Namun yang penting diingat, kita harus fokus pada pencegahan penyebaran penyakit.
Taktik pencegahan terbaik diantaranya adalah mencuci tangan, mendisinfeksi lingkungan, dan tidak menyentuh wajah kita.
Virus Corona bisa menular lewat uang kertas
Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) meminta semua orang untuk segera mencuci tangan dengan sabun setelah menggunakan uang tunai.
Anjuran ini dikeluarkan setelah virus corona SARS-CoV-2 menyebar ke puluhan ribu orang di seluruh dunia dengan sangat cepat.
Ada kemungkinan, infeksi mematikan dari penyakit Covid-19 dapat berpindah melalui uang tunai.
"Uang tunai sering berpindah tangan, dan di sana ( uang kertas) bisa jadi sarang berbagai bakteri dan virus," kata juru bicara WHO seperti dilansir New York Post, Minggu (8/3/2020).
"Kami menyarankan semua orang untuk segera mencuci tangan setelah memegang uang kertas dan jangan menyentuh wajah," imbuh WHO.
Pengawas kesehatan internasional menambahkan, jika memungkinkan, sebaiknya gunakan pembayaran non-tunai.
Namun, WHO mengklarifikasi bahwa hal ini bukan untuk menyarankan orang untuk menghentikan pemakaian uang kertas.
"WHO tidak mengatakan uang kertas dapat menularkan Covid-19, kami juga belum mengeluarkan peringatan atau pernyataan tentang ini," kata juru bicara WHO Fadela Chaib kepada MarketWatch.
"Kami ditanya apakah uang kertas dapat menularkan Covid-19, dan kami mengatakan bahwa semua orang harus mencuci tangan setelah memegang uang, terutama jika memegang atau akan makan," imbuh Chaib.
Sementara itu, kekhawatiran tentang penyebaran virus corona melalui uang kertas telah mendorong museum Louvre di Paris untuk tidak menerima pembayaran dengan uang tunai selama wabah.
Museum hanya akan menerima pembayaran kartu kredit sebagai bagian dari upaya untuk melindungi staf dari pengunjung yang mungkin terinfeksi.
Minggu lalu, Bank Sentral Korea Selatan juga mengumumkan akan menghentikan sirkulasi uang kertas selama dua minggu untuk membatasi penyebaran virus.
• TERBARU, Berawal dari Makan Malam, Satu WNI di Singapura Positif Virus Corona, Ini Penjelasan KBRI
• VIDEO VIRAL Hotel Penampungan Pasien Positif Corona di China Runtuh, 70 Orang Terjebak di Reruntuhan
Langkah ini mengikuti upaya-upaya di China, di mana virus itu muncul, untuk menghentikan penggunaan uang tunai di daerah paling terdampak untuk mencegah penularan virus.
Bank Rakyat China memerintahkan pengembalian uang kertas yang beredar bulan lalu di rumah sakit, pasar hewan, dan bus di dekat zona panas negara itu untuk menghancurkan uang yang berpotensi terkontaminasi, South China Morning Post melaporkan.
Kekhawatiran atas kemungkinan kontaminasi melalui uang tunai datang karena virus telah menyebar ke lebih dari 100 negara di seluruh dunia.
Virus ini telah menginfeksi lebih dari 110.000 orang dan menewaskan lebih dari 3.800 orang di seluruh dunia.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenali Gejala Infeksi Virus Corona dari Jenis Batuk", .
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kolase-tribunpontianakcoid-ilustrasi-batuk.jpg)