Breaking News:

Tumpahan Minyak di Balikpapan

Sering Terjadi, DLH Telusuri Kasus Tumpahan Minyak Tersebar di 4 Lokasi Pesisir Pantai Balikpapan

Sering Terjadi, DLH Telusuri Kasus Tumpahan Minyak Tersebar di 4 Lokasi Pesisir Pantai.

TribunKaltim.CO/Fachmi Rachman
Pantauan Tumpahan Minyak di pesisir pantai Kota Balikpapan, Senin (9/3/20). Sering Terjadi, DLH Telusuri Kasus Tumpahan Minyak Tersebar di 4 Lokasi Pesisir Pantai 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan masih menyelidiki peristiwa tumpahan minyak di pesisir pantai yang kerap sering terjadi.

Dari indikasi sementara, pihak DLH menduga tumpahan minyak yang menyebar di empat lokasi pesisir pantai kali ini berasal dari daratan Kota Balikpapan.

Indikasi tersebut diperkuat dengan berbagai cara yang dilakukan seperti halnya identifikasi fisik di lapangan, penelitian laboratorium, citra satelit, pengambilan video drone.

Suryanto selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan menegaskan pihaknya akan melakukan kerja sama dengan Polda terkait masalah tumpahan minyak kali ini.

Sebab, tumpahan minyak yang terjadi saat ini juga tak bisa dikatakan sebagai minyak karena tidak terbakar.

Tumpahan Minyak di Perairan Balikpapan Terus Ditindaklanjuti, Pertamina Masih Tunggu Hasil Sample

"Kita tengarai selama ini dari laut. Tapi sepertinya dari darat. Jadi saya sudah tugaskan ke Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) untuk bekerja sama dengan Polda segera lakukan pencarian.

Kita tak mau terulang lagi. Kalau ada indikasi masyarakat buang ke sungai, hati-hati, kita akan proses sesuai ketentuan," ujarnya kepada Tribunkaltim.co, Senin (9/2/30).

Suryanto khawatir, bahwasanya tumpahan minyak kali ini adalah endapan yang sudah beku, dicuci kemudian dilakukan pembuangan.

Tumpahan minyak di pesisir pantai Balikpapan dilihat dari udara
Tumpahan minyak di pesisir pantai Balikpapan dilihat dari udara (TribunKaltim.CO/Fachmi Rachman)

Padahal limbah yang dikumpulkan dan diperlakukan tersebut layaknya seperti limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Dengan demikian, otomatis pembuangan limbah tersebut tak bisa dilakukan secara sembarangan sebab akan membahayakan lingkungan.

Halaman
1234
Penulis: Miftah Aulia Anggraini
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved