Berita Pemprov Kalimantan Timur

Siapkan Imam dan Muazin Masjid Pemprov Kaltim, Tim Juri Seleksi 54 Peserta Ini

Setelah penilaian dari azan dan menjadi imam, peserta juga akan mengikuti tes tertulis dan wawancara pada Selasa 10 Maret 2020

HUMASPROV KALTIM/DEA
Tim juri tengah menyeleksi calon imam rawatib dan muazin untuk Masjid Pemprov Kaltim di eks Lapangan Bola Kinibalu, Samarinda, Senin (9/3/2020). Tercatat 54 peserta dari berbagai daerah mengikuti seleksi ini. 

SAMARINDA – Proses seleksi imam rawatib dan muazin Masjid Pemprov Kaltim dimulai. Pelaksanaan seleksi dilakukan 9-10 Maret 2020 di Kantor Gubernur.

Tercatat 54 peserta dari berbagai daerah mengikuti seleksi ini. Mereka mengembalikan formulir pendaftaran yang dibuka 2-9 Maret 2020. Jumlah tersebut terdiri dari peserta calon imam 24 orang dan muazin 30 orang. Tahapan seleksi sesuai Surat Edaran Kepala Biro Kesra Setdaprov Kaltim, tanggal 2 Februari 2020.

"Para imam dan muazin yang terpilih akan bertugas di Masjid Pemprov Kaltim yang tidak lama lagi akan diresmikan," kata Kepala Biro Humas Setprov Kaltim M Syafranuddin di Samarinda, Senin (9/3/2020).

Anggota Tim Juri Seleksi Imam Rawatib dan Muazin Masjid Pemprov Kaltim H Sidik Amrillah mengatakan ada beberapa kriteria yang dinilai dalam seleksi ini.

Untuk muazin dinilai kemerduan suara, kehalusan suara, kepanjangan nafas dan sifatul huruf atau huruf yang keluar pertama dari mulut. Sedangkan untuk imam, yaitu kemerduan suara, hafalan Quran dan ketenangan dalam memimpin jemaah saat menjadi imam.

"Yang jelas, untuk imam syaratnya mereka harus hafal sedikitnya lima juz Alquran. Bahkan, jika perlu sampai 30 juz. Tetapi, yang terpenting juga adalah bagaimana kefasihan imam dalam membaca Alquran," jelasnya.

Selain itu, juga dinilai etika dan ketenangan peserta ketika menjadi imam maupun muazin. Mulai gerakan salat maupun takbiratul ihramnya.

Setelah penilaian dari azan dan menjadi imam, peserta juga akan mengikuti tes tertulis dan wawancara pada Selasa 10 Maret 2020 di tempat yang sama.

"Kita melihat bagaimana sikap dan tingkah laku peserta selama mengikuti tes. Ini juga menjadi catatan tim penilai. Mulai cara berbicara, termasuk tidak merokok. Karena, masjid kita merupakan icon dari Kota Samarinda, sehingga imam maupun muazin yang terpilih adalah orang yang betul-betul bagus," jelasnya.

Apalagi, lanjut Sidik, manajemen masjid ini berbeda dengan masjid-masjid lainnya, karena langsung di bawah pengawasan Pemprov Kaltim.

Selanjutnya, untuk pengumuman akan disampaikan bersama ketika peresmian masjid, pada Minggu malam (22/3/2020). Bahkan, imam rawatib yang terpilih akan langsung disematkan jubah imam oleh Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor.

Peserta dinilai oleh para juri, antara lain H Sidik Amrillah mantan qori nasional, Ustadz Syakur Lc, Dosen IAIN Samarinda dan Ustadz H Johan Marpaung dari Kanwil Kemenag Kaltim. (jay/sul/adv)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved