Terkait Hukuman dan Faktor Penyebab Kasus Siswi SMP Bunuh Bocah, Ini Penjelasan Kriminolog

Terkait hukuman dan faktor penyebab kasus siswi SMP bunuh bocah, begini penjelasan Kriminolog.

Koalse Tribun Jakarta dan Youtube/TalkShow TVOne
Terkait Hukuman dan Faktor Penyebab Kasus Siswi SMP Bunuh Bocah, Ini Penjelasan Kriminolog 

TRIBUNKALTIM.CO -- Terkait hukuman dan faktor penyebab kasus siswi SMP bunuh bocah, begini penjelasan Kriminolog.

NF (15) siswi SMP yang membunuh bocah berusia 6 tahun, APA, saat ini masih diisolasi di rumah sakit untuk mengobservasi kejiwaannya. 

Kriminolog Maman Suherman membahas terkait hukuman yang akan diterima NF.

Kang Maman demikian ia biasa disapa juga mempertanyakan masa depan NF bila kelak ia keluar dari lembaga pembinaan. 

Kang Maman menyebut jika berdasarkan undang-undang, maka pelaku NF akan ditangani berdasarkan sistem peradilan pidana anak.

 Fakta Baru Siswi SMP Bunuh Bocah: Detik-detik Korban Dibenamkan di Bak Terkuak, Ada Bekas Gigitan

 Siswi SMP Bunuh Anak 5 Tahun Suka Mengurung Diri di Kamar, Ayah Korban: Suka Ngaji, Pakai Kerudung

 Tetangga Bongkar Keseharian Siswi SMP yang Bunuh Bocah 5 Tahun, hingga Polisi Kaget dengar Pengakuan

 Siswi SMP Bunuh Bocah, Kedua Orangtua Bertemu, Ini Permintaan Ibu Kandung Pelaku pada Ayah Korban

"Kalau melihat dari berita, harusnya semangat kerja kita ke depan tetap di bawah payung undang-undang 11-12 sistem peradilan pidana anak.

Ini semangatnya terhadap pelaku pun bukan balas dendam, tapi rehabilitasi, pembinaan, makanya LP nya pun bukan lembaga permasyarakatan tapi lembaga pembinaan khusus anak," kata Kang Maman, dilansir dari Youtube Talk Show tvOne Senin (9/3/2020).

Maman Suherman pun membandingkan kasus NF ini dengan kasus Mary Bell di Inggris pada tahun 1968.

"Mary Bell yang umur 11 tahun membunuh anak umur 4 tahun dengan cara mencekik kemudian mengajak temannya memberi gambar dan tulisan bahwa sayalah pembunuhnya di satu tempat, polisi tidak percaya dianggap main-main.

Halaman
1234
Editor: Rita
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved