Wacana Pemerintah Pindahkan Kilang Minyak Bontang ke Sumatera, Begini Respon Legislator Kota Taman

Wacana pemindahan pembangunan kilang minyak di Bontang muncul sepekan terakhir. Pertamina berniat pindah ke Kuala Tanjung Sumatera Utara atau NAD

Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani
Legislator Bontang Bachtiar Wakkang 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Wacana pemindahan pembangunan kilang minyak di Bontang muncul sepekan terakhir. 

PT Pertamina berencana mengalihkan pembangunan kilang baru yang disebut New Grass Root Refinery (NGRR) di kota Bontang, Kalimantan Timur ke Kuala Tanjung, Sumatera Utara atau ke Arun di Nangroe Aceh Darussalam.

Wacana tersebut mendapat sorotan serius oleh anggota parlemen Bontang, Bakhtiar Wakkang, ia menganggap bahwa wacana pemindahan tersebut buntut pemkot kurang serius mengawal pembangunan kilang di Bontang.

"Kalau memang serius tidak mungkin akan terjadi seperti ini. Saya tahu meyakinkan pusat itu bukan pekerjaan mudah," katanya.

Lebih lanjut BW sapaan akrabnya mengatakan pemkot harus lebih intens membangun komunikasi kepada masyarakat.

Bila perlu libatkan seluruh komponen masyarakat untuk bergerak dan menyuarakan aspirasi agar pembangunan kilang tidak keluar dari Bontang, Kalimantan Timur. "Kalau bisa libatkan masyarakat di Kaltim, karena kilang ini nama baik Kaltim juga," tuturnya.

Proyek GRR Kilang Bontang Ditaksir Rp 300 Triliun, Kadin Minta Berdayakan Pengusaha & Pekerja Lokal

Walikota Neni Pastikan Mega Investasi Kilang Bontang Tetap Berlanjut, Ini Kendala yang Dihadapi

Menurut politisi Nasdem tersebut, bila benar kilang gagal dibangun di Bontang sama dengan gagal lahirnya kekuatan ekonomi baru di Kota Taman ( julukan Bontang ). Hal itu tentu berdampak pada potensi pendapatan asli daerah ( PAD ) yang bakal didapat.

Untuk diketahui, Kuala Tanjung menjadi kandidat daerah terkuat menggantikan Bontang. Lantaran letaknya dekat dengan pasar internasional.

Pemindahan lokasi kilang juga mempertimbangkan adanya perubahan mitra pembangunan proyek kilang. Pertamina tidak lagi bermitra dengan perusahaan migas asal Oman yakni Overseas Oil and Gas LLC (OOG). Sebab itu Pertamina dapat leluasa memilih pembangunan kilang baru ke tempat lain.

Kilang Bontang Dilengkapi Industri Petrokimia, Pemkot Siapkan Lahan 800 Ha

Pembangunan Kilang Bontang Dimulai 2020, Pertamina Gandeng Konsorsium Asal Oman dan Jepang

Mitra Pertamina sebelumnya yakni OOG yang berasal dari Oman, dinilai tidak serius dalam menggarap proyek kilang Bontang. Proyek kilang Bontang yang digarap dengan OOG tidak menunjukkan perkembangan. Hal ini menjadi alasan pemerintah meminta Pertamina mencari mitra baru di proyek tersebut. 

Ada dua perusahaan asal Uni Emirat Arab yang berpeluang menjadi mitra Pertamina di proyek kilang Bontang, yaitu Mubadala dan Abu Dhabi National Oil Company atau Adnoc. Salah satu perusahaan tersebut bakal menjadi kandidat kuat menggantikan OOG. 

Bachtiar Wakkang berharap kepada masyarakat kota Bontang untuk bisa bersama mengawal pembangunan kilang tersebut. Salah satunya dengan menjaga kondusifitas kota. Tidak membuat kegaduhan yang bisa berakibat pada mundurnya investor berinvestasi. (Tribunkaltim.co/Fachri)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved