Mulai Hari Ini Pembuatan SIM Baru dan Perpanjangan Wajib Jalani Tes Psikologi, Emosi Harus Stabil

Mulai Hari Ini Pembuatan SIM Baru dan Perpanjangan Wajib Jalani Tes Psikologi, Emosi Harus Stabil

TribunKaltim.Co/Budi Dwi Prasetiyo
Suasana di Satpas Polresta Samarinda saat pembuatan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) baru maupun perpanjangan, Selasa (10 /3/20) 

TRIBUNKALTIM.CO / SAMARINDA - Terhitung mulai 10 Maret untuk pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) baru maupun perpanjangan SIM, harus dilakukan Tes Psikologi.

Adanya tambahan Tes Psikologi tersebut, dari masyarakat menuai pro dan kontra.

Menanggapi hal tersebut Psikolog Samarinda, Ayunda Ramadhani mengatakan adanya Tes Psikologi tersebut sangat penting karena perlu adanya kestabilan emosi, termasuk intelegensi yang memadai.

"Jadi, sangat penting, supaya kita mengetahui kondisi di jalan raya, ketika sedang macet tidak menerobos. Nah, orang-orang yang sering terlibat kecelakaan itu, juga didasari oleh faktor emosional, yang kerap kepancing emosi," kata Ayunda, Selasa (10/3/2020).

Dandim 0913/PPU Mengajak Bersih Pantai Tanjung Jumlai dan Tawarkan Perpanjangan SIM Gratis

"Makanya, orang seperti ini yang rentan terjadinya kecelakaan, makanya kalau ditanya penting, ya sangat penting. Jangankan itu, mau sekolah, melamar kerja dan lainnya harus ada psikotesnya, apalagi berkendaraan di jalan umum," sambungnya.

Sehingga terkait dengan Tes Psikologi ini diakuinya hampir menyentuh semua aspek kehidupan.

"Jadi bukan hanya SIM saja, adopsi anak, melanjutkan ke perguruan tinggi serta lainnya, ya itu dinilai soal sikap kerjanya, intelegensinya, termasuk kestabilan emosionalnya," jelasnya

Dan tambah Ayunda, upaya ini dilakukan oleh pihak kepolisian untuk menekan, tingginya angka kecelakaan yang terjadi.

Tidak Perlu Jauh-jauh ke Kota, Satlantas Polres Berau Layani Perpanjangan SIM di Wilayah Pesisir

"Ya, ini upaya polisi dalam menekan angka kecelakaan, sehingga yang memiliki SIM ini hanya mereka yang layak dan lulus tes.

Apalagi bagi anak yang usia 18 tahun, emosinya masih belum stabil, masih mau kebut-kebutan di jalan, itu yang berbahaya, makanya perlu adanya Tes Psikologi," tandasnya

Halaman
12
Penulis: Budi Dwi Prasetiyo
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved