Breaking News:

Persiapkan Kunjungan Presiden Jokowi dan Raja Belanda, Paspampres dan Dandim TNI Tewas di Kalimantan

Persiapkan kunjungan Presiden Jokowi dan Raja Belanda, Paspampres dan Dandim TNI tewas di Kalimantan

Editor: Rafan Arif Dwinanto
Kompas.com
Kecelakaan speedboat yang ditumpangi Paspampres dan Dandim 1011/Kuala Kapuas di Kalimantan Tengah 

Kronologi Awal

Kabar mengejutkan datang dari Palangkaraya, speedboat yang ditumpangi Paspampres tabrakan di Sungai Sebangau, Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Dandim 1011/Klk yang ikut dalam rombongan Paspampres belum ditemukan. 

Kapal motor cepat yang ditumpangi anggota Pasukan Pengaman Presiden ( Paspampres) mengalami kecelakaan di Sungai Sebangau Pelabuhan, Palangkaraya, Senin (9/3/2020).

speedboat mereka bertabrakan dengan speedboat umum.

Berdasarkan informasi awal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ), peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB.

Terdiri atas tujuh anggota Paspampres dan delapan anggota TNI. Sebanyak delapan anggota TNI itu sendiri terdiri dari empat anggota Kodim 1011/Kuala Kapuas dan empat anggota Bekang TNI.

Selain itu, juga terdapat seorang warga Amerika Serikat beserta pengawalnya yang juga berkebangsaan AS.

Terakhir, seorang masyarakat yang bertindak sebagai pemandu.

"17 penumpang (speedboat TNI AD) berhasil ditemukan. Satu orang belum ketemu, yaitu Dandim 1011/Klk," kata Kapusdatin dan Humas BNPB Agus Wibowo seperti dilansir dari Kompas.com.

 HUT ke-74 Persit KCK, Para Istri Prajurit TNI Donor Darah dan Simak Ceramah Pencegahan Virus Corona

 Saling Cekcok dan Mabuk, Oknum TNI Tikam Pengunjung Tempat Hiburan di Tanjung Priok Hingga Tewas

Adapun, speedboat umum yang bertabrakan dengan speedboat TNI AD ditumpangi oleh delapan orang.

"(Untuk penumpang speedboat umum), saat ini sedang dilakukan proses pencarian dan evakuasi," lanjut Agus.

Sedianya, rombongan Paspampres hendak melakukan survei lokasi yang akan dikunjungi oleh Presiden Jokowi bersama Raja Belanda Wilem Alexander dan Ratu Maxima.

Sebelumnya, Komandan Paspampres Mayor Jenderal TNI Maruli Simanjuntak membenarkan peristiwa itu.

Ia memastikan, seluruh personel Paspampres selamat.

Setelah kecelakaan, pihaknya masih menunggu arahan apakah kegiatan survei Paspampres tersebut akan dilanjutkan atau tidak.

"Setelah ini perkembangannya bagaimana, apakah masih berkan dilanjutkan atau tidak, ya masih menunggu perintah lagi," ujar Maruli.

Rombongan Total 19 Orang di speedboat Paspampres

Diberitakan sebelumnya, Komandan Pasukan Pengamanan Presiden ( Paspampres) Mayor Jenderal TNI Maruli Simanjuntak membenarkan bahwa personelnya terlibat kecelakaan di Sungai Sebangau, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada Senin (9/3/2020) siang.

"Betul. Awalnya tim kami mau mengecek sebuah lokasi menggunakan perahu, lalu perahunya kecelakaan dengan perahu lain," ujar Maruli saat dihubungi Kompas.com, Senin.

Maruli memastikan, sebanyak tujuh personelnya yang berada di perahu selamat semuanya.

Total, ada 19 orang di kapal tersebut. Maruli mendapatkan informasi bahwa ada satu orang yang hingga Senin sore belum ditemukan.

Namun, ia belum mendapatkan informasi pasti apakah satu orang yang dimaksud menumpang di kapal yang ditumpangi Paspampres atau kapal lainnya.

"Perahu yang tabrakan tadi (selain kapal yang ditumpangi Paspampres) itu orang sipil. Kami enggak tahu jumlahnya berapa dan masih didata," lanjut dia.

 450 Prajurit TNI akan Diberangkatkan ke Perbatasan, Ini Pesan Pangdam VI/Mulawarman

 KSAD Tawari Masuk TNI, Kemampuan Pria Ini Tak Sembarangan, Ciptakan Pengendali Senapan Jarak Jauh

Maruli menambahkan, pihaknya masih menunggu arahan apakah kegiatan survei Paspampres tersebut akan dilanjutkan atau tidak.

Survei itu berkaitan dengan rencana kunjungan Presiden Joko Widodo.

"Setelah ini perkembangannya bagaimana, apakah masih akan dilanjutkan atau tidak, ya masih menunggu perintah lagi," ujar Maruli. (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved