Breaking News:

Heboh Isu Virus Corona dalam Balutan Hoaks

VIRUS Corona atau lengkapnya Novel Corona Virus (2019nCoV) merupakan virus baru yang ditengarai bermula dari kawasan Wuhan, China. Namanya cukup elok,

IST
Heboh Isu Virus Corona dalam Balutan Hoaks 

VIRUS Corona atau lengkapnya Novel Corona Virus (2019nCoV) merupakan virus baru yang ditengarai bermula dari kawasan Wuhan, China. Namanya cukup elok, namun dampak yang ditimbulkan bisa menghantui seluruh masyarakat di dunia.

Penyakit yang ditimbulkan oleh jenis virus Corona alias Covid19. Virus ini mirip penyebab SARS, namun memiliki varian yang berbeda. Penyakit yang ditimbulkan dari virus

Corona menunjukan gejala seperti penyakit pernafasan lainnya, seperti demam, batuk, serta pilek, namun dibutuhkan tes laboratorium untuk menyatakan bahwa seseorang terindikasi penyakit Covid19.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyatakan, infeksi virus Corona menunjukan gejala klinis dimulai demam, batuk kering yang lama kelamaan disertai kesulitan bernafas. Jika gejala ini dibiarkan bisa berakibat pada gangguan berat pada pernafasan, pnemonia akut bahkan sampai kematian.

Masa inkubasi virus ini, yang merupakan waktu dari awal seseorang terinfeksi sampai menunjukan gejala klinis, sesuai rekomendasi WHO adalah selama 14 hari. Penyebaran virus Corona sudah mencapai beberapa negara di dunia.

Kini, virus Corona sudah menyebar ke berbagai negara dunia. Menurut sumber BBC, selain China, negara-negara lain sudah terjangkit virus ini, antara laun Jepang, Korea Selatan, Jerman, Amerika Serikat, Italia, Iran, bahkan negara tetangga kita, Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Merebaknya isu virus Corona yang menghebohkan masyarakat dalam beberapa bulan terakhir terus berhembus kencang di masyarakat. Namun, sayang informasi atau berita yang disampaikan ke media sosial secara berantai banyak yang tidak benar alias hoaks.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI mengatakan bahwa hingga Minggu (8/3) lalu, telah menemukan 177 hoaks atau berita bohong dengan topik virus Corona di Indonesia.

Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan di Jakarta, Senin, mengatakan dari 177 kasus yang ditemukan, lima di antaranya tengah dibawa ke ranah hukum.

Kelima kasus tersebut yakni dua kasus tengah ditangani Polda Kalimantan Timur, dua kasus lainnya di Kalimantan Barat, dan satu di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Halaman
123
Editor: Tohir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved