Breaking News:

Berita Pemprov Kalimantan Utara

Pemprov Bangun Tiga Pasar Baru di Kaltara Tahun 2020, Juga Akan Bangun Rumah Garam di Krayan

antara lain di Tanjung Palas dan Pulau Bunyu Kabupaten Bulungan, serta satu di Sebatik, Nunukan, berupa Toko Indonesia.

HUMASPROV KALTARA
Grafis Pembangunan Tiga Pasar Baru di Kaltara 2020 

TANJUNG SELOR – Untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara akan membangun tiga pasar di lokasi yang berbeda.

Ketiga pasar yang akan dimulai pembangunannya tahun ini tersebut, antara lain di Tanjung Palas dan Pulau Bunyu Kabupaten Bulungan, serta satu di Sebatik, Nunukan, berupa Toko Indonesia.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, pembangunan ketiga pasar ini juga sebagai jawaban aspirasi dari masyarakat yang menginginkan adanya fasilitas pasar yang representatif.

“Di Tanjung Palas dan Bunyu sebenarnya sudah ada pasar. Namun kondisinya sudah tidak memadahi. Dengan kita bangunkan pasar yang baru ini, diharapkan akan semakin menumbuhkan ekonomi di daerah tersebut,” kata Irianto.

Dijelaskan, pasar merupakan pusat kegiatan jual beli atau transaksi dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Untuk itu lah, keberadaan pasar merupakan aspek penting dalam kehidupan masyarakat.

Sementara itu, terkait pembangunan Toko Indonesia di Sebatik, merupakan tindak lanjut dari kunjungannya ke Sebatik beberapa waktu lalu. Selain akan dijadikan sebagai pusat transaksi warga, keberadaannya nanti juga untu mencegah dominasi barang asal Malaysia di wilayah perbatasan tersebut.

Mendampingi Gubernur, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi (Disperindakop) dan UKM Kaltara Hartono menjelaskan, dari tiga pasar yang dibangun tipenya berbeda-beda.

Pasar Tanjung Palas yang akan dibangun di pinggir Jalan Trans Kalimantan didesain sebagai pasar modern. Sementara di Bunyu, merupakan pasar tradisional dan di Sebatik dengan konsep Toko Indonesia.

“Desainnya sudah ada. Namun masih akan dibahas lebih lanjut, mengingat atas arahan dari Kementerian Perdagangan meminta agar setiap pembangunan pasar wajib memenuhi aspek yang dipersyaratkan. Seperti tersedianya ruang terbuka hijau, hingga taman. Sehingga tidak semua lokasi pasar digunakan untuk berjualan,” ujar Hartono.

Hartono menjelaskan, untuk pembangunan pasar ini diperkirakan akan membutuhkan dana puluhan miliar rupiah. Sehingga pengerjaannya dilakukan secara bertahap.

Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved