Sejarah Hari Ini

SEJARAH HARI INI 11 Maret: Saat Awal Kejatuhan Soeharto 22 Tahun Lalu, Harmoko Patahkan Palu Sidang

Tepuk tangan membahana dalam kompleks DPR/MPR Senin siang itu. Riuh terjadi setelah anggota dewan yang terhormat baru saja mengikuti sumpah Soeharto

(KOMPAS/JB SURATNO)
Presiden Soeharto. Gambar diambil pada 15 Januari 1998. 

TRIBUNKALTIM.CO - Tepuk tangan membahana di dalam “gedung kura-kura” kompleks DPR/MPR pada Senin siang itu. Riuh terjadi setelah anggota dewan yang terhormat baru saja mengikuti proses pembacaan sumpah Haji Muhammad Soeharto sebagai presiden periode 1998-2003 dalam Sidang Umum MPR.

Pembacaan sumpah dilakukan setelah kemarin, 10 Maret 1998, peserta sidang menyetujui penunjukan Soeharto sebagai presiden. Saat itu presiden adalah mandataris MPR.

Dengan mengandalkan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia ( ABRI ), Birokrat, dan Golkar sebagai pemenang Pemilu 1997 atau ABG, bukan hal sulit bagi Soeharto untuk kembali memimpin. Apalagi, Rapat Pimpinan Golkar III yang dipimpin Harmoko pada 1996 menegaskan penunjukan Soeharto sebagai presiden mendatang.

Padahal, desakan pergantian kepemimpinan nasional muncul di masyarakat, yang semakin bergema menjelang Pemilu 1997.

 Aspirasi itu juga disuarakan saat Sidang Umum MPR berlangsung. Dua puluh mahasiswa Universitas Indonesia bertemu Fraksi ABRI pada 5 Maret 1998, untuk menolak laporan pertanggungjawaban Soeharto. Namun, aspirasi itu tak didengar.

SEJARAH HARI INI 11 Maret: Lahirnya Supersemar, Pembuka Jalan Soeharto Ganti Soekarno jadi Presiden

Kembali ke ruang rapat paripurna, setelah pembacaan sumpah jabatan, Sidang Umum MPR mengagendakan pembacaan pidato perdana oleh Soeharto yang baru dipilih.

Ruangan sontak hening saat Soeharto naik ke podium. Setelah mengenakan kacamata dan membuka map yang berisi salinan naskah, Soeharto yang saat itu berusia 76 tahun membacakan pidato, yang menandai tahun ke-32 dia berkuasa.

Seluruh peserta sidang diam, tanpa protes, tanpa interupsi. Suasana begitu khusyuk saat Soeharto membacakan pidato.

 Riuh baru terdengar setelah pidato selesai dibacakan. Tepuk tangan kembali membahana memenuhi ruangan. Soeharto lalu turun dari podium dan duduk di kursi yang disiapkan.

Tidak lama kemudian, Harmoko yang saat itu menjabat Ketua DPR/MPR berusaha menguasai ruangan dan meminta perhatian peserta sidang.

SEJARAH HARI INI 10 Maret Lahirnya Chelsea FC, Bermula dari Akuisisi Stadion Atletik Stamford Bridge

Halaman
1234
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved