Berita Pemprov Kalimantan Timur

Temui Isran, Mantan Gubernur NTT Frans Lebu Akan Kembangkan Kedelai di Kembang Janggut Kukar

Frans Lebu Raya datang bersama jajaran Kementerian Pertanian dan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Kaltim.

HUMASPROV KALTIM/ARIF MUSTHADA
Frans Lebu Raya, mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sekarang menjabat Komisaris PT ILB, menemui Gubernur Kaltim Isran Noor di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Rabu (11/3/2020). 

Foto : Mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya bertemu Gubernur Isran Noor. Komisaris PT ILB ini berniat berinvestasi dalam bisnis kedelai di Kaltim. (arief/humasprov kaltim)

SAMARINDA – Bukan hanya kelapa sawit, ternyata Kaltim juga potensial untuk penanaman kedelai. Adalah PT ICDX Logistik Berikat (ILB) yang sudah menunjukkan ketertarikan mereka untuk menanam kedelai di tanah Kaltim.

Desa Hambau, Kembang Janggut, Kutai Kartanegara menjadi lokasi yang mereka pilih.

“Untuk awal, kami akan tanam kedelai di lahan seluas 100 hektar,” kata Frans Lebu Raya, mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sekarang menjabat Komisaris PT ILB, saat bertemu Gubernur Isran Noor di Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (11/3/2020).

Saat pertemuan kemarin, Frans Lebu Raya datang bersama jajaran Kementerian Pertanian dan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Kaltim.

Mantan Gubernur NTT dua periode (2008-2018) ini menuturkan maksud kedatangannya ke Benua Etam. Bersama timnya, Frans Lebu Raya akan melakukan kunjungan lapangan sekaligus meminta arahan dari Gubernur Isran Noor terkait rencana perusahannya berinvestasi pada sektor pertanian, khususnya pengembangan kedelai di Kaltim.

Diungkapkan Lebu Raya, sebelumnya tim dari IPB, Unhas dan UGM sudah melakukan kunjungan lapangan ke lokasi di Desa Hambau, Kembang Janggut, Kutai Kartanegara. Dipilihnya lokasi tersebut karena ketersediaan lahan seluas 47 ribu hektar yang memiliki ijin HTI untuk karet.

“Namun karena soil tipis, jadi tidak bisa mengembangkan karet. Padahal 1.400 hektar lahan sudah dilakukan land clearing. Karena itu, di awal kita akan kembangkan kedelai,” ungkap Frans Lebu Raya.

Menanggapi rencana investasi kebun kedelai itu, Gubernur Isran Noor menyambut baik. Apalagi, investasi ini juga akan berdampak langsung pada pengamanan devisa negara. Untuk diketahui, hingga saat ini Indonesia masih impor kedelai hingga US$ 3 miliar.

"Laksanakan. Jalan, saya dukung ini,” jawab Gubernur menanggapi.

Terkait perizinan HTI (Hutan Tanaman Industri) di lokasi tersebut, Isran menyatakan bisa mengajukan permohonan kepada Kementerian Kehutanan untuk dijadikan KBNK (Kawasan Budidaya Non Kehutanan) atau menjadi APL (Areal Penggunaan Lain).

“Jadi jangan dilihat dari keuntungannya yang kecil dibanding komoditi pangan lainnya, tetapi dengan ini kita bisa memberdayakan sumber daya yang kita miliki, baik alamnya maupun manusanya,” pesan Isran.

Tampak hadir mendampingi, Direktur Aneka Kacang dan Umbi Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Amirudin Pohan, Plt Kepala PTPH Kaltim Dadang Sudarya dan akademisi Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi. (her/sul/advetorial)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved