Berita PEmprov Kalimantan Timur

Kian Serius Menuju Geopark Kelas Dunia, Pemprov Kaltim dan YKAN Gelar Workshop di Bandung

workshop dibuka oleh EA Rafiddin Rizal, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kaltim, mewakili Pemerintah Provinsi Kaltim.

HUMASPROV KALTIM
Hamparan Karst Sangkulirang Mangkalihat di Kabupaten Kutaii Timur dan Kabupaten Barat akan diperjuangkan menjadi geopark kelas dunia. 

BANDUNG - Bertempat di Gedung AF Lasut VII, Pusat Survei Geologi Bandung, pada 12 Maret 2020 keseriusan Pemprov Kalimantan Timur dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), kembali tergambar dengan digelarnya FGD Penulisan Dokumen Pengusulan Warisan Geologi (geoheritage).

Workshop sekaligus FGD yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas dan pakar geopark ini merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2019 tentang Penetapan Geopark, dimana dalam salah satu pasalnya disyaratkan bahwa pengusulan geopark harus didahului dengan ditetapkan warisan geologi (geoheritage). FGD Warisan Geologi ini ibarat bahan bakar bagi Kaltim untuk mengusung geopark kelas dunia.

Tim Leader YKAN Niel Makinuddin mencatat dua agenda penting. Pertama, workshop ini sangat strategis sebagai tindak lanjut pengisian dossier pengusulan geosite dan kedua, memasukkan Karst Sangkulirang Mangkalihat ke dalam Rencana Aksi Nasional (RAN) Geopark Bappenas.

Saat presentasi, sejumlah narasumber mumpuni dihadirkan. Sebut saja Kepala Bidang Kemaritiman dan Sumberdaya Alam Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Togu Pardede, Kepala Pusat Survei Geologi, Badan Geologi/Kepala Bidang Geosains Eko Budi Lelono, Kepala Sub Bidang Geologi Dasar dan Terapan Aries Kusworo, Koordinator Kelompok Studi Karst Fakultas Geologi Universitas Gadjah Mada, Dr Eko Haryono, dan tak kalah penting presentasi penutup berupa update Geopark Sangkulirang Mangkalihat oleh Tim Leader YKAN, Taufik Hidayat.

Sebelumnya, workshop dibuka oleh EA Rafiddin Rizal, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kaltim, mewakili Pemerintah Provinsi Kaltim.

"Terimakasih kepada YKAN tetap setia mendampingi perjuangan pengusulan geopark. Dan kepada Bappenas yang telah memasukkan geopark ke dalam Rencana Aksi Nasional Geopark,” kata Rafiddin Rizal.

Meski demikian diakuinya, masi ada beberapa dokumen yang perlu dilengkapi dalam rangka prasyarat untuk mengakomodasi program dan anggaran kegiatan ini.

Workshop hari pertama ini langsung dilanjutkan dengan pembagian kelompok, yakni kelompok yang mengidentifikasi keragaman geologi dan mengisi Format Dossier atau Dokumen Warisan Geoheritage yang nantinya akan menjadi warisan geologi.

Tiga komponen yang menjadi perhatian kelompok ini yakni komponen geologi, biologi flora dan fauna dan komponen kultural/budaya.

Kelompok lainnya membahas aspek kelembagaan dan program rencana pengelolaan geopark. Kelompok kedua ini diawali gambaran umum oleh Hanang Samodra, Peneliti Ahli Utama Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian ESDM.

Mengutip pernyataan Kepala Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Togu Pardede, sudah saatnya Kalimantan Timur mewujudkan geopark kelas dunia, karena dalam lima tahun ke depan Bappenas menetapkan geopark sebagai prioritas nasional.

Hadir dalam workshop tersebut Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Kaltim A Herwansyah, Kelompok Studi Karst Fakultas Geografi UGM Arief Abdurrahman Hakim, Tenaga Ahli Bidang Hukum Dinas ESDM Kaltim Siti Kotijah dan Dosen Fakultas Teknik Unmul Retno Anjarwati. (inni/sul/adv)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved