Berita Pemprov Kalimantan Timur

Sudah 16.000 Orang Kaltim Terjangkit TBC, PPTI Gelar Rakerda Sinergikan Penanggulangan Tuberkulosis

Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini tergolong sebagai penyakit menular

HUMASPROV KALTIM/ADI SUSENO
Kepala Biro Kesra Setprov Kaltim Elto foto bersama usai membuka Rakerda Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kaltim 2020 di Ruang Rapat Tepian II Kantor Gubernur, Samarinda, Kamis (12/3/2020).Hadir pula Ketua PPTI Wilayah Kaltim Hj Norbaiti Isran Noor. 

SAMARINDA -Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini tergolong sebagai penyakit menular dikarenakan kuman penyebab tuberculosis paru-paru ini dapat berpindah dari satu orang ke orang lainnya.

Oleh karena itu guna mensinergikan program, Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kaltim menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PPTI Kabupaten/Kota se-Kaltim Tahun 2020.

Rakerda PPTI Kabupaten/Kota se-Kaltim Tahun 2020, dibuka Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltim H Elto mewakili Gubernur Kaltim H Isran Noor. Rakerda digelar di Ruang Rapat Tepian II Kantor Gubernur, Kamis (12/3/2020).

Apresiasi diberikan kepada jajaran pengurus PPTI Kaltim dan kabupaten/kota yang melaksanakan Rakerda PPTI. Harapannya program-program yang dibuat dapat menekan, menanggulangi dan memberantas penyakit tuberkulosis di Kaltim.

Di Kaltim, lanjut Elto diperkirakan lebih dari 16.000 penduduk telah terjangkit penyakit tuberkulosis (TBC) dan menjadi penular yang sangat potensial di tengah-tengah masyarakat. Sementara penemuan kasus baru tidak kurang dari 60 persen pada tahun 2019.

Rakerda diharapkan dapat merumuskan langkah-langkah konkret terhadap penangulangan tuberkulosis di Kaltim. Bimbingan teknis dan monitoring evaluasi sangat dibutuhkan dalam suatu kemajuan program.

“Karena itu, pemprov selalu mendukung program-program untuk menanggulangi dan mengeliminasi tuberkulosis ini,” kata Elto.

Seluruh pengurus PPTI dan seluruh stakeholders terkait diingatkan agar dapat bekerja sama dan bekerja keras untuk menuntaskan berbagai program TBC, guna mencapai dampak yang signifikan terhadap upaya peningkatan kualitas derajat kesehatan masyarakat Kaltim.

Ketua PPTI Wilayah Kaltim Hj Noorbaiti Isran Noor juga mengharapkan kepada pengurus Cabang PPTI kabupaten/kota untuk membuat rencana kerja yang efektif dan efisien, yang benar-benar menyentuh kepentingan penderita TBC di wilayah masing-masing.

“Selain itu, setiap PPTI Cabang dapat meningkatkan kolaborasi dengan semua perangkat daerah terkait, swasta, organisasi profesi lainnya, untuk meningkatkan cakupan penemuan penderita yang masih ada di masyarakat, “ kata Norbaiti.

Istri Gubernur Isran Noor ini juga minta setiap PPTI cabang dapat membuat daerah percontohan, di satu kecamatan yang bisa di intensifkan kegiatan penemuan dan pengawasan minum obat bagi penderita TBC sampai tuntas.

Dan selalu mengadakan rapat kegiatan minimal tiga bulan sekali, termasuk ikut aktif menilai keberhasilan program pengendalian penyakit TBC. (mar/sul/adv)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved