Breaking News:

TRIBUN WIKI

TRIBUN WIKI Punya Kode Panggilan Khusus, Tradisi Sorong Perahu Teluk Semanting, Berkah Gotong Royong

"Nenek moyangku seorang pelaut Gemar mengarung luas samudra”. Penggalan lagu anak-anak ini akrab di telinga tepat dihubungkan dengan sejarah Indonesia

Tribunkaltim.co, Miftah Aulia Anggraini
Warga kampung Teluk Semanting beramai-ramai menyorong perahu yang hendak diturunkan menuju dermaga untuk berlayar, Sabtu (7/3/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, BERAU- "Nenek moyangku seorang pelaut Gemar mengarung luas samudra”. Penggalan lagu anak-anak yang akrab di telinga ini memanglah tepat jika dihubungkan dengan sejarah Indonesia sebagai negeri kepulauan, di mana sebagian masyarakatnya berprofesi sebagai pelaut/nelayan.

Sejarah inilah yang kemudian melahirkan beberapa adat yang turun-temurun atau biasa kita kenal tradisi di masyarakat pesisir.

Berbicara persoalan masyarakat pesisir, berarti saat ini tengah berbicara mengenai banyaknya dimensi budaya unik yang notabene merupakan tradisi masyarakat yang turun-temurun.

Keragaman budaya, dicerminkan melalui akulturasi dalam segi struktur bangunan, kegiatan masyarakat, serta beberapa kebiasan atau adat masyarakat.

Menelusuri Jejak Azuma, Kapal Perang Dunia II di Kepulauan Derawan, Mitos atau Fakta?

Seperti halnya dengan salah satu tradisi sorong perahu yang lekat dengan warga Kampung Teluk Semanting, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Pagi itu, Sabtu (7/3/20) di Kampung Teluk Semanting, dua jam dari pusat pemerintahan kabupaten Berau. Salah seorang pengrajin perahu bernama Wahyul Fadhilah (39) tengah sibuk bergegas mempersiapkan segala macam atribut untuk menurunkan perahu yang telah selesai dibuatnya.

Ia segera beranjak dari aktivitasnya, untuk berkeliling berseru pada penduduk Kampung  agar membantunya  menurunkan perahu yang ia buat.

 • Kisah Bupati Muharram Masa Kecil, Pernah Nyaris Tewas di Teluk Semanting Berau Lantaran Hal Ini

Terlibat Tabrakan, Dua Pengendara Motor di Kecamatan Pulau Derawan Berau Luka Berat

"Satu... Dua... Tiga...," serunya memanggil penduduk kampung.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved