Breaking News:

Berita Pemprov Kalimantan Timur

Kaltim Berlakukan Local Lockdown, Wagub Instruksikan Bupati-Walikota Siapkan Ruang Isolasi

ingat, sesuai hasil rapat pada 6 Februari lalu agar kabupaten dan kota selain menyiapkan call center, juga rumah sakit dilengkapi ruang isolasi

Editor: Achmad Bintoro
HUMASPROV KALTIM/MASDIANSYAH
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi didampingi Plt Sekprov Sabani melayani pertanyaan wartawan dalam konferensi pers usai Rapat Terbatas Tindakan Antisipasi Covid-19 di Provinsi Kaltim di Ruang Malinau Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Senin (16/3/2020). 

BALIKPAPAN - Dalam konferensi pers usai Rapat Terbatas Tindakan Antisipasi Covid-19 di Provinsi Kaltim di Ruang Malinau Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Senin (16/3/2020), Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menegaskan kabupaten dan kota harus menyiapkan sarana penanganan covid-19 berupa ruang isolasi bagi pasien suspect corona.

Didampingi Plt Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim HM Sa'bani, Wagub Hadi menyebutkan ada beberapa daerah yang memiliki rumah sakit rujukan, seperti Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara dan Berau.

"Tapi ingat, sesuai hasil rapat pada 6 Februari lalu agar kabupaten dan kota selain menyiapkan call center, juga rumah sakitnya dilengkapi ruang isolasi. Walaupun ada empat atau lima rumah sakit rujukan," jelasnya.

Hadi menyebutkan hasil laporan dari kabupaten dan kota yang dihimpun Dinas Kesehatan Kaltim, bahwa ada suspect 23 orang dalam pengawasan, walaupun separuhnya negatif dan ada 129 dalam pemantauan.

"Nah kondisi ini kita minta menjadi perhatian semua pihak. Jangan hanya menunggu, tapi segera bergerak dan bertindak. Apalagi, tadi Pak Gubernur dan DPRD Kaltim didukung TNI dan Polri siap melakukan apa saja guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 di seluruh penjuru Kaltim," ungkapnya lagi.

Dana untuk mendukung kegiatan, ujar Hadi, telah disepakati bisa diupayakan direvisi segera. Sesuai kesepakatan Gubernur Kaltim dengan DPRD Kaltim.

"Bahkan ada dana miskin yang tidak terserap maksimal di 2019 mencapai puluhan miliar, segera dimanfaatkan untuk ini," sebutnya.

Sesuai arahan Gubernur Kaltim, Wagub meminta setiap instansi melaksanakan SOP hasil rapat. Terkait kekurangan alat pelindung diri (APD) di rumah sakit ataupun pelayanan kesehatan lainnya, tentu akan dicukupi seraya memanfaatkan yang ada sambil menunggu.

"Kekurangan APD juga SDM kesehatan akan terus kita upayakan dicukupi dan tingkatkan kemampuannya. Memang harus disinergikan potensi yang ada," ucap Hadi.

Wagub menambahkan terbatasnya ketersediaan hand sanitazer, masker maupun antiseptik lainnya bagi masyarakat, dalam waktu segera dicukupi pemerintah provinsi dengan koordinasi pemerintah pusat.

"Hasil laporan tadi sudah jelas barang-barang tersebut mahal bahkan kosong di pasaran. Tentu kami terus berkoordinasi dengan pusat agar masyarakat terlindungi," ungkapnya.

Terkait kemungkinan ada kenaikan harga dan kelangkaan sembako pasca penetapan Kaltim menjadi local lockdown, Wagub Hadi meminta instansi terkait bersama Satgas Pangan selalu memonitor dan mengambil langkah-langkah antisipatif.

"Jangan sampai masyarakat panic buying. Atau ada pihak tertentu yang mengambil kesempatan menimbun. Kami sudah koordinasi Dinas Perindagkop, kalau perlu lakukan operasi pasar agar harga stabil," ujarnya. (yans/sul/adv)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved