Breaking News:

Pilkada Samarinda

Pilkada Serentak, Banyak Hiasan Stiker Kontestan di Angkot, Dosen Fakultas Hukum Ini Beri Penilaian

Pada Pilkada Serentak 2020, memasuki massa kampanye banyak Alat Peraga Kampanye (APK) yang dipasang tidak sesuai tempat dan prosedur.

Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Budi Susilo
TribunKaltim.Co/Zainul
Aktifitas angkutan kota di Provinsi Kalimantan Timur. 

TRIBUN KALTIM. CO, SAMARINDA - Pada Pilkada Serentak 2020, memasuki massa kampanye banyak Alat Peraga Kampanye (APK) yang dipasang tidak sesuai tempat dan prosedur yang ditentukan.

Itu juga yang menjadi kekhawtiran pada Pilkada 2020 ini.

Menurut Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul) Herdiansyah Hamzah.

Kalau sudah masuk masa kampanye.

Maka yang berlaku adalah ketentuan soal alat peraga kampanye (APK/algaka) yang hanya boleh dipasang di tempat-temat yang diatur dan ditetapkan KPK sebagai regulator.

"Public space seperti pohon dan angkot, tidak diperbolehkan," ucapnya.

Verifikasi Administrasi Dukungan Jalur Independen Pilkada Samarinda, Sementara Zairin-Sarwono 300an

Karena sekarang belum masuk masa kampanye, maka ketentuan yang dipake adalah aturan sektoral.

Pemasangan stiker di angkot bertentangan dengan surat keputusan menteri perhubungan.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul) Herdiansyah Hamzah.
Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul) Herdiansyah Hamzah. (Tribunkaltim.co/Riduan)

Tertuang dalam nomor KM.439/U/Phb-76 tentang penggunaan kaca pada kendaraan.

Stiker yang dipasang dikaca angkot.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved