Berita Pemkab Kutai Timur

Berikan Rp 500 Juta per Desa di Kutim, Bupati Ismunandar: 2021, Infrastruktur Dasar Tetap Prioritas

“Memang namanya janji politik itu kadang-kadang kita prediksi, ternyata pendapatan tidak sesuai. Dulu janjinya per desa dapat Rp 2 miliar.

TRIBUNKALTIM.CO/MARGARET SARITA
Disaksikan Bupati Kutim Ismunandar, para Camat di Kutai Timur menandatangani berita acara Musrenbang Kecamatan masing-masing di Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Sangatta, Senin (16/3/2020). 

SANGATTA – Menindaklanjuti pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan Kabupaten Kutai Timur, Bupati Ir H Ismunandar MT didampingi Wakil Bupati H Kasmidi Bulang ST MM, membuka Musrenbang tingkat kabupaten di Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Senin (16/3/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengungkapkan pelaksanaan Musrenbang yang dilakukan secara bertahap, mulai tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten, untuk menyerap aspirasi masyarakat, agar pembangunan yang dilaksanakan berasal dari keinginan masyarakat. Dengan harapan, tidak ada usulan tidak keluar dari sistem.

“Saya dan Dinda Kasmidi, diamanahi memimpin Kutim, jadi kita harus melihat mana yang menjadi program strategis dalam menuntaskan pembangunan, sesuai dengan visi misi. Untuk tahun 2021 nanti, misi visi kami adalah peningkatan produk unggulan yang memiliki daya saing,” kata Ismunandar.

Selama kepemimpinan, pembangunan insfrastruktur dasar menjadi perhatian serius. Pemenuhan kebutuhan listrik, air bersih dan perekonomian masyarakat terus berjalan. Walaupun ada juga yang masih belum. Apalagi kalau melihat di media sosial, ada yang katanya belum menyala lampunya.

“Ya Batu Ampar memang bertahap. Tapi kan sudah ada tiga atau empat desa. Jadi inilah yang bisa kita lakukan, bagaimana memenuhi kebutuhan masyarakat. Kalau PLN tidak masuk, kita lakukan dengan komunal maupun mikro hidro,” ujarnya.

Sekarang, Pemkab Kutim sedang belajar, bagaimana mengatasi persampahan. Ia berharap dalam waktu dekat ini permasalahan sampah di Kabupaten Kutim bisa teratasi. Bagaimanapun Sangatta sudah kota. jadi fasilitas perkotaan harus terpenuhi, termasuk lingkungan pemukiman.

Selain itu, soal pembangunan Kantor Desa yang mendominasi usulan saat Musrenbang kecamatan, ditanggapi Bupati Ismunandar dengan memastikan pembangunan maupun perbaikan kantor desa menjadi program prioritas di tahun 2020-2021.

Bupati Kutai Timur Ismunandar membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan Kabupaten Kutai Timur di Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Sangatta, Senin (16/3/2020).
Bupati Kutai Timur Ismunandar membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan Kabupaten Kutai Timur di Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Sangatta, Senin (16/3/2020). (TRIBUNKALTIM.CO/MARGARET SARITA)

“Memang namanya janji politik itu kadang-kadang kita prediksi, ternyata pendapatan tidak sesuai. Dulu janjinya per desa dapat Rp 2 miliar. Tapi, pada 2016-2017, Pemkab Kutim, kena pemangkasan anggaran sebesar Rp 1,6 miliar. Tapi, 2020 ini, Rp 500 juta per desa, tidak meleset. Agar desa cepat membangun,” kata Bupati.

Begitu juga dengan dana RT yang dijanjikan Rp 50 juta per tahun, Bupati memohon maaf, alokasi tersebut baru diberikan untuk RT di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Dimana penduduknya cukup padat.

“Untuk kecamatan lain, sabar dulu. Karena Sangatta Utara dan Sangatta Selatan memiliki penduduk yang cukup padat,” kata Ismunandar.

Di hadapan peserta Musrenbang Kabupaten Kutai Timur, Ismunandar juga menyinggung tentang wabah \corona yang kian merebak. Bahkan, Disdik Kutim mulai meliburkan anak sekolah pada 18 Maret ini, hingga 14 hari ke depan. Dengan tujuan meredam penyebaran corona.

“Anak sekolah, mulai PAUD sampai SMA diliburkan dulu 14 hari. Tapi jangan seperti di Jakarta. Anak sekolah libur, jalur puncak macet. Libur ini maksudnya agar tidak mengunjungi tempat keramaian atau keluar kota yang memungkinkan terjadi penularan,” ujarnya.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim/sar)

Grafis:
Target Pembangunan tahun 2021
- Index Pembangunan Manusia (IPM) 73,3 persen
- Index Pembangunan Daerah (IPD) 58,37 persen
- Kontribusi Sektro Pertanian dan Perkebunan terhadap PDRB 8,75 persen

Tantangan Pembangunan di Kabupaten Kutai Timur
SDM dan Pelayanan Dasar :
-Aksesibilitas, pemerataan, dan kualitas pendidikan belum merata
-Akesibilitas, pemerataan, dan kualitas kesehatan belum merata
-Aksesibilitas dan pemerataan pendapatan belum merata
-Pengembangan seni budaya kurang optimal, khususnya pelestarian budaya lokal

Produksi Pangan :
-Penyediaan pangan berbasis sumberdaya lokal (intensifikasi, diversifikasi dan ekstensifikasi)masih kurang
-Kelembagaan pertanian sebagai pondasi pertanian belum optimal
-Kapasitas produksi dan produktivitas produk pangan masih kurang
-Kapasitas produksi dan produktifitas produk komoditi agribisnis unggulan belum dioptimalkan

Infrastruktur Dasar :
-Akses infrastruktur dasar, air baku, air bersih dan listrik belum merata
-Aksesibilitas dan mobilitas transportasi serta keterhubungan antar desa masih kurang
-Pengembangan sistem jaringan irigasi guna mendukung optimalisasi produktivitas pertanian belum optimal

Nilai Tambah dan Daya Saing Komoditas Unggulan :
-Komoditas agribisnis potensi unggulan menuju daya saing daerah belum dioptimalkan dan disosialisasikan
-Keterampilan SDM berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG) belum dioptimalkan
- Kurangnya pemanfaatan keanekaragaman budaya dan hayati sebagai wisata terintegrasi (ekowisata)

Pelayanan Publik dan Penyelenggaraan Pemerintah :
-Kualitas SDM aparatur belum merata, tata kelola pemerintahan daerah belum optimal.

Sumber : Bappeda Kutai Timur/sar

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved