Ibu Kota Negara

Daya Beli Properti Menurun, REI Balikpapan Beber Batu Bara Anjlok, Ibu Kota Negara jadi Angin Segar

Real Estate Indonesia Kota Balikpapan atau REI Balikpapan menyebut tren properti belum mengalami perubahan di Kota Balikpapan Kalimantan Timur.

Tribunkaltim.co/Heriani Amir
Wakil Ketua REI Balikpapan, Andi Arif Mulya. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Real Estate Indonesia Kota Balikpapan atau REI Balikpapan menyebut tren properti belum mengalami perubahan, meskipun memasuki tahun yang baru.

Properti masih cukup lesu.

"Kondisi pasar properti awal tahun, triwulan I-2020 belum ada perubahan seperti tahun 2019. Sedangkan bisa dikatakan 2019 adalah tahun terkelam properti, termasuk Balikpapan," ujar Wakil Ketua REI Balikpapan, Andi Arif Mulya, Rabu (18/3/2020).

Menurunnya daya beli masyarakat adalah faktor utamanya.

Penyebabnya secara umum adalah kondisi perlambatan ekonomi.

Dampak merosotnya ekonomi global hingga ke Kalimantan Timur.

Trennya sangat terasa saat anjloknya bisnis batu bara.

"Sebelum itu, kasarnya kita mau bangun rumah tipe apa saja dengan harga berapa pasti habis. Tahun 2018 lalu trennya agak menurun, dan menurun sekali tahun 2019," jelasnya.

BACA JUGA:

Satukan Persepsi, Ormas di Kota Balikpapan Bentuk Dialog Mengenai Ibu Kota Negara

Ahok Didukung Dewan Adat Dayak Pimpin Ibu Kota Negara Baru, Ormas Sodorkan Dua Nama Pendamping

Kritik Jokowi Lambat Tangani Corona Rizal Ramli Minta Pemerintah Hentikan Pemindahan Ibu Kota Negara

Padahal menurut Andi Arif, kepemilikan properti sama seperti kebutuhan pokok yang harus disadari masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Heriani AM
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved