Berita Pemkab Kutai Barat

Kegiatan Belajar TK hingga SLTA di Kubar Dialihkan ke Rumah untuk Cegah Penyebaran Covid-19

jenjang TK hingga SLTA di wilayah Kubar dari sekolah ke rumah. Pengalihan ini berlaku mulai 17 Maret sampai 4 April mendatang.

HUMASKAB KUBAR
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat, Sylvanus Ngampun 

SENDAWAR - Sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19, Pemkab Kutai Barat (Kubar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mengalihkan proses belajar mengajar pada jenjang TK hingga SLTA di wilayah Kubar dari sekolah ke rumah. Pengalihan ini berlaku mulai 17 Maret sampai 4 April mendatang.

"Atas meningkatnya kekhawatiran terhadap penyebaran virus Corona yang semakin meluas di Indonesia, Pemkab Kubar setelah melakukan rapat terbatas bersama Forkopimda dan perangkat daerah. Dan akhirnya diputuskan, Dinas Dikbud mengeluarkan kebijakan terhitung sejak Rabu (17/3), semua aktivitas belajar mengajar dilaksanakan dirumah baik secara online maupun offline," kata Silvanus Ngampun, Kepala Disdikbud Kubar.

Keputusan tersebut, lanjutnya, mencakup seluruh jenjang pendidikan mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA sederajat. Kendati demikian, Ngampun menyampaikan proses pengalihan belajar di rumah tersebut bisa saja berubah berdasarakan pada perkembangan situasi di lapangan, dan hasil evaluasi oleh tim maupun dinas terkait.

Lebih lanjut Silvanus menjelaskan, keputusan ini diambil setelah rapat dengan Forkopimda, gugus tugas BPBD dan Dinas Kesehatan. Selain itu, juga berdasarkan Telaahan Staf kepada Bupati Kubar dan disetujui sehingga surat edaran dengan Nomor 420/2397/UM-PPD/DPK-II/III/2020, tentang pencegahan virus corona COVID-19 dikeluarkan oleh Disdik Kubar.

"Untuk siswa kelas IX SMP/MTs aktif kembali pada 4 April untuk persiapan Ujian Sekolah (US). Sedangkan untuk siswa kelas VII dan VIII SMP/MTs aktif kembali pada tanggal 14 April setelah Ujian Sekolah. Ujian Sekolah dan Ujian Nasional tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah ditentukan," jelasnya.

Sedangkan untuk PAUD/TK dan SD/MI aktif kembali pada 6 April. Sementara terhadap guru-guru dan tenaga pendidik, tetap hadir di sekolah memandu proses belajar mengajar melalui GroupWhatsapp kelas atau sekolah, juga laman belajar.kemendikdud.go.id versi website dan laman ruangguru.onlink.me/blpk/efe72b2e versi android.

"Dinas Pendidikan menegaskan, ini bukan libur, karena jika menggunakan kata libur bisa saja salah konotasinya/pemahaman. Proses belajar mengajar tetap berlangsung tetapi siswa belajarnya di rumah, dengan bimbingan dan pengawasan orang tua," tegas Silvanus.

"Para guru sebelum siswa pulang maka siswa-siswa diberikan penjelasan apa saja tugas yang harus dikerjakan selama mereka tidak masuk sekolah. Bagi sekolah/siswa yang jaringan internet bagus bisa belajar secara online, tetapi bagi sekolah di kampung yang belum bisa secara online, maka bisa dengan cara memberikan tugas-tugas untuk siswa kerjakan di rumah. Sementara tidak belajar di sekolah, dan tugas guru adalah tetap memantau para siswanya," imbuhnya.

Dia menegaskan, kepada orang tua diharapkan untuk mendampingi proses belajar di rumah. Kepada orangtua bersama siswa juga diimbau untuk tidak berpergian atau ke tempat berkumpul orang banyak, karena tujuan utama siswa tidak belajar di sekolah ini untuk membatasi ruang gerak para siswa, bukan malah untuk rekreasi. (adv/HMS10)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved