Berita Pemprov Kalimantan Timur

Gubernur Akan Optimalkan Sisa Dana Miskin Rp 31 Miliar untuk Antisipasi Covid-19 di Kaltim

Untuk wilayah Kaltim pasti ada dana-dana yang bisa digunakan. Misalnya dana miskin tahun lalu yang tidak terserap optimal.

HUMASPROV KALTIM/MASDIANSYAH
Gubernur Kaltim Isran Noor memimpin Rapat Terbatas Tindakan Antisipasi Covid-19 di Provinsi Kaltim di Ruang Malinau Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Senin (16/3/2020). Kaltim memutuskan kebijakan lockdown yang akan berlaku mulai Selasa (17/3/2020). 

SAMARINDA – Dana miskin atau dana bantuan masyarakat miskin di Kalimantan Timur akan dioptimalkan untuk kegiatan penanganan masalah virus corona (corona virus disease 2019/Covid-19).

Ditegaskan Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor bahwa dana miskin pada tahun 2019 yang tersedia sebesar Rp40 miliar. Ternyata hanya terserap sekitar Rp9 miliar, berarti ada dana sisa sekitar Rp31 miliar.

“Untuk wilayah Kaltim pasti ada dana-dana yang bisa digunakan. Misalnya dana miskin tahun lalu yang tidak terserap optimal. Sisa sekitar Rp31 miliar bisa dimanfaatkan,” kata Isran Noor saat memimpin Rapat Terbatas Antisipasi Covid-19 di Kalimantan Timur di Balikpapan, Ahad (15/3/2020).

Bahkan, lanjutnya, tahun 2020 ini Kaltim kembali mendapat saluran dana dari pusat untuk dana bantuan masyarakat miskin mencapai Rp41 miliar, sehingga bisa dimanfaatkan secara optimal untuk penanganan dan antisipasi Covid-19.

Bagi Gubernur, terhadap semua dinas dan instansi yang memungkinkan dana-dananya dapat direvisi maka diminta untuk segera dilakukan revisi. Namun tetap berkoordinasi dengan lembaga terkait (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim.

Termasuk kabupaten dan kota di Kaltim agar segera melakukan dan menyusun rencana serta langkah-langkah antisipasi Covid-19 dengan menyusun anggaran daerahnya.

“Pokoknya mana-mana dana yang bisa direvisi segera revisi. Kita harus gerak cepat, sekaligus bukti kita dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat terkait antisipasi Covid-19. Minimal dana-dana kita fokuskan untuk penyediaan dan pengadaan peralatan atau alat pelindung diri (APD),” tegas Isran.

Pemerintah pusat sendiri dalam penanganan dan antisipasi penyebaran wabah virus corona ini telah menyiapkan alokasi dana tidak kurang mencapai Rp1 triliun.

“Jadi kita harus selalu koordinasi dengan pemerintah pusat khususnya Kementerian Kesehatan. Dan pemerintah melalui Menteri Keuangan sudah mengumumkan dalam penanganan Covid-19 telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1 triliun,” ungkapnya. (yans/sul/adv)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved