Breaking News:

Sambut Ramadan dengan Pustaka Islami

TIDAK lama lagi, Ramadan tiba. Semoga masih diberi kesempatan Allah SWT menjalani nikmat dan berkahnya ibadah di bulan Ramadan. Selain meyiapkan diri,

Tribunkaltim
Ilustrasi Buku Islami 

TIDAK lama lagi, Ramadan tiba. Semoga masih diberi kesempatan Allah SWT menjalani nikmat dan berkahnya ibadah di bulan Ramadan. Selain meyiapkan diri, tentunya sebagai orang tua juga perlu menyiapkan mental dan fisik anak-anak.

Kita bisa menghadirkan aneka Pustaka Islami sebagai bahan menguatkan mental, psikologis, dan aspek agamis di diri anak. Seperti, mengenalkan dan memahami mukjizat Nabi.

Salah satu pustaka anak islami yang membahas mukjizat Nabi, yaitu "34 Mukjizat Nabi Muhammad" karya Ririn Astutiningrum. Diterbitkan oleh AlKautsar Kids. Tebalnya sejumlah 99 halaman dilengkapi dengan ilustrasi menarik.

Sesuai judulnya, di bagian awalnya buku ini, disajikan penjelasan mengenai mukjizat. "Tidak ada seorang Nabi pun, kecuali diberi bukti-bukti (mukjizat) yang dengan semisal itu manusia beriman." (HR. Muslim)

"Tak kenal maka tak sayang". Demikian bunyi sebuah pepatah. Jika mengaku mencintai dan menyayangi Nabi Muhammad, maka sudahkah mengetahui ke34 mukjizat Nabi Muhammad? Tiga tahun setelah mendapat wahyu kerasulan, Nabi Muhammad tidak lagi berdakwah sembunyi-sembunyi. Walau tentu saja tidak disukai kaum Quraisy.

Suatu hari, orang-orang Quraisy ingin mempermalukan Nabi Muhammad di Ka'bah. "Jika kau memang seorang nabi, tunjukkan mukjizatmu kepada kami. Belahlah bulan itu menjadi dua!" Apa yang terjadi? Terbelahnya bulan telah dibuktikan secara sains. Rekahan memanjang di permukaan bulan yang disebut Rima or Lunar Rilles telah berhasil ditemukan para ilmuwan.

Pengamatan mengungkapkan rekahan tersebut seperti hasil dari bulan yang membelah, lalu menyatu. Panjang rekahan mencapai ribuan kilometer. Hal ini pun bersumber pada Al Quran, Al Qamar ayat 13. (Halaman 13). Kisah ini membawa pesan moral akan pentingnya menepati janji.

Janji adalah Utang

Kala Nabi Muhammad dan kaum muslimin di Hudaibiyah, mereka dilanda kehausan. Persediaan air menipis. Diperparah pula dengan kondisi sekitar yang tandus dan gersang. "Baiklah, berwudhulah kalian di wadah ini," ucap Nabi Muhammad dengan meletakkan tangan di wadah air miliknya.

Apa yang terlihat? Air keluar dari sela-sela jari Nabi Muhammad bak air keluar dari mata airnya yang jernih. Bahkan, kuantitas air mampu mencukupi kebutuhan air minum dan wudhu ratusan ribu orang.

Halaman
123
Editor: Tohir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved