Berita Pemprov Kalimantan Timur

Satu Pasien di Samarinda Positif Covid-19, Gubernur Isran: Cukup Gubernur, Masyarakat Jangan Panik

Satu pasien dinyatakan positif Covid-19, 10 pasien dinyatakan negatif dan 25 pasien masih menunggu hasil laboratorium.

HUMASPROV KALTIM/AHMAD RIANDI
Gubernur Kaltim Isran Noor bersama Wakil Gubernur Hadi Mulyadi dan Walikota Samarinda Syaharie Jaang memberi keterangan pers terkait satu pasien di Samarinda dinyatakan positif Covid-19. Masyarakat diminta tidak panik. 


SAMARINDA – Satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS) Samarinda pada Rabu (18/3/2020), dinyatakan terkonfirmasi Corona Virus Disease (Covid-19).

Gubernur Kaltim Isran Noor pun segera memberi keterangan pers. Dalam konferensi yang dilaksanakan di teras Kantor Gubernur, Rabu malam tadi, Gubernur Isran Noor meminta masyarakat tidak panik dengan perkembangan terbaru Covid-19.

“Jadi saya mohon kepada teman-teman wartawan, sampaikan kepada masyarakat agar jangan panik. Cukup gubernur, wakil gubernur dan walikota (Samarinda) saja yang panik. Yang lain, masyarakat jangan panik. Cuma dijaga kebersihannya dan kurangi bersentuhan dengan yang lain,” seru Isran yang malam tadi mengenakan kemeja batik berwarna biru.

Sebagai informasi, sejak laporan pertama kasus ini di Kaltim pada 31 Januari 2020, hingga Rabu malam tadi, terdapat 36 PDP. Satu pasien dinyatakan positif Covid-19, 10 pasien dinyatakan negatif dan 25 pasien masih menunggu hasil laboratorium. (secara rinci lihat dalam table)

Grafis. Sejak laporan pertama kasus ini di Kaltim pada 31 Januari 2020, hingga Rabu malam tadi, terdapat 36 PDP.
Grafis. Sejak laporan pertama kasus ini di Kaltim pada 31 Januari 2020, hingga Rabu malam tadi, terdapat 36 PDP. (HUMASPROV KALTIM)

Sedangkan untuk Orang Dalam Pengawasan (ODP) total 208 orang. Sebanyak 100 orang dinyatakan selesai pemantauan dan 108 orang masih dalam proses pemantauan.

Gubernur menjelaskan, setelah satu pasien dinyatakan positif Covid-19, maka saat ini status Kaltim sudah bisa dinyatakan KLB (Kejadian Luar Biasa).

Karena itu, Pemprov Kaltim akan terus melakukan koordinasi dan komunikasi, baik dengan kabupaten dan kota, serta instansi vertikal di daerah serta pihak terkait lainnya, terkhusus dengan pemerintah pusat.

Khususnya dalam pemenuhan alat pelindung diri, hand sanitizer, masker dan lainnya. Pasalnya, ketersediaan barang-barang tersebut sudah sangat langka di Kaltim. Gubernur berharap hal ini bisa menjadi perhatian pemerintah pusat sehingga tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat Kaltim.

Kepada ratusan wartawan yang hadir untuk mendapat kabar terbaru terkait perkembangan Covid-19 di Kaltim ini, Gubernur Isran juga menyampaikan bahwa sesungguhnya masih ada permasalahan lain yang juga perlu kewaspadaan.

Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved