Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Barat

Cegah Penyakit Pascabanjir, Dinas Pertanian Kubar Vaksin Hewan Ternak Milik Masyarakat

Mengantisipasi penyakit terhadap hewan ternak pascabanjir, Dinas Pertanian Kutai Barat melakukan vaksin

HUMASKAB KUBAR
Petugas Dinas Pertanian Kutai Barat melakukan vaksin terhadap hewan ternak milik masyarakat, Jumat (13/3/2020). Kegiatan ini berupa penyuntikan vitamin, obat cacing hati, vaksinasi SE (septicemia epizootica) dan penanganan-penanganan lain yang diperlukan terutama di daerah-daerah pesisir sungai pascabanjir. 

SENDAWAR - Mengantisipasi penyakit terhadap hewan ternak pasca banjir, Dinas Pertanian Kutai Barat (Kubar) melakukan kegiatan pengobatan dan pemberian vaksin ternak di 13 kecamatan se-Kubar.

Kegiatan yang dilakukan berupa penyuntikan vitamin, obat cacing hati, vaksinasi SE (septicemia epizootica) dan penanganan-penanganan lain yang diperlukan oleh ternak milik masyarakat. Pengobatan diutamakan untuk daerah-daerah pesisir sungai pasca banjir, Jumat (13/3/2020).

Kasi Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian Kabupaten Kubar Drh Ni Luh Sumaniartini menuturkan, pemberian vaksin dan pengobatan ternak dimulai di Kecamatan Tering. Kemudian berlanjut di Kecamatan Long Iram tepatnya di Kampung Long Iram Kota, Long Ilir, Anah, dan Kampung Sukomulyo.

"Karena waktu yang terbatas (hari sudah sore) dalam pelayanan tersebut masih ada dua kampung yang belum sempat terlayani yakni Muara Mujan dan Long Iram Seberang," terang Niluh.

Dia menjelaskan, untuk Kecamatan Tering tercatat kurang lebih 300 populasi sapi, dan dalam pelayanan di empat kampung tersebut diberikan pelayanan kepada 91 ekor sapi, baik penyuntikan vitamin, obat cacing hati, vaksinasi SE. Juga pemeriksaan kebuntingan.

"Untuk sapi yang bunting memang tidak bisa dilakukan penyuntikan vaksin," kata Niluh.

Dalam kesempatan tersebut, Ni Luh menuturkan pemberian vitamin dan pemeriksaan kesehatan hewan ternak yang ada pasca banjir guna memastikan tidak ada hewan ternak yang terserang penyakit.

Sementara pemberian suntik vitamin dan obat cacing hati, vaksinasi SE kepada sapi bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan harapan sapi-sapi yang ada tidak mudah terserang penyakit.

Ni Luh juga mengingatkan kepada pemilik ternak, untuk selalu memantau dan menjaga kondisi kesehatan ternaknya. Mereka diminta untuk memperhatikan makanan yang diberikan untuk ternak. Jika ada gejala ternak yang sakit segera laporkan kepada petugas atau Dinas Pertanian.

Selain itu di Kecamatan Long Iram juga sudah ada petugas lapangan yang bisa melakukan penyuntikan, di mana juga sudah disediakan obat-obatan yang diperlukan, dengan demikian jika ada kasus-kasus petugas bisa langsung melakukan tindakan.

Ni Luh menambahkan, pasca banjir memang rawan penyakit ternak. Dampak lain, jumlah pakan berkurang. Oleh sebab itu jika makanan mereka tidak sehat, bisa menyebabkan ternak sakit.

"Kalau memberikan rumput harus diperhatikan jangan sampai rumputnya teralu basah, karena bisa memicu sakit kembung pada ternak," katanya.

Ni Luh menyampaikan, satu harapan besar dari masyarakat dari kampung-kampung kepada Kabupaten maupun Provinsi agar bisa menambah jumlah obat-obatan, karena masyarakat sangat antusias dengan kegiatan tersebut.

"Dukungan obat-obatan untuk ternak dan biaya operasional yang sangat diperlukan. Dengan demikian petugas bisa melakukan kegiatan di lapangan minimal tiga kali dalam satu tahun. Tahun ini kita hanya mampu melakukan satu kali pengobatan saja, ini semua dikarenakan keterbatasan obat-obatan dan anggaran," ungkapnya. (adv/hms10/naw)

Tags
vaksin
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved