Breaking News:

Berita Pemprov Kalimantan Utara

Lockdown, Malaysia Beri Akses Keluar 2 Hari dari Tawau Bagi WNI yang Ingin Kembali ke Tanah Air

Pemerintah Malaysia selama 2 hari, yakni pada 19 dan 20 Maret 2020 membuka akses keluar melalui Pelabuhan Internasional Tawau

Editor: Achmad Bintoro
Tribunkaltim.co, Alfian
Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Tarakan saat memeriksa penumpang kedatangan dari Tawau, Malaysia, di bandara Juwata, Tarakan, Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu 

TANJUNG SELOR – Pemerintah Malaysia selama 2 hari, yakni pada 19 dan 20 Maret 2020 membuka akses keluar melalui Pelabuhan Internasional Tawau bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang tengah melakukan kunjungan di Sabah dan ingin segera kembali ke Tanah Air.

Dalam kebijakan dua hari itu, warga Malaysia yang berada di Indonesia juga dapat kembali ke negaranya.

Pemberlakuan khusus ini, berlaku pada masa karantina seluruh wilayah Malaysia dengan ditetapkannya status ‘lockdown’ oleh Pemerintah Malaysia untuk mengantisipasi penyebaran corona virus disease 2019 (COVID-19) di negara serumpun tersebut.

Dijelaskan kepala Biro Pengelolaan Perbatasan Negara (PPN) Sekretariat Provinsi (Setprov) Kaltara, Samuel ST Padan bahwa informasi ini disampaikan Konsulat Indonesia Tawau melalui laman media sosial Facebook (Fb) resmi mereka.

“Informasi ini benar, dan sekaligus kabar baik. Kesempatan ini harus segera dimanfaatkan WNI di Sabah dan sekitarnya untuk balik ke Indonesia. Sebab, pada 21 Maret hingga akhir Maret 2020 akses keluar-masuk dari Pelabuhan Internasional Tawau akan ditutup Pemerintah Malaysia,” jelasnya.

Sekaitan dengan itu, Samuel pun berharap langkah antisipasi juga patut dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dengan melakukan pemeriksaan intensif kepada WNI yang keluar dari Malaysia melalui Nunukan.

“Kami juga mengimbau agar WNI yang balik ke Malaysia pada masa tersebut untuk secara sadar dan mandiri memeriksakan kondisinya sesampainya di daerah asal. Utamanya, jika ada gejala penyakit flu yang mirip dengan gejala umum COVID-19,” urainya.

Selain itu, para camat di wilayah perbatasan bersama pasukan pengamanan perbatasan juga diharapkan dapat aktif melakukan pengecekan kepada WNI yang tengah melakukan perjalanan ke Malaysia.

“Jika tidak mendesak, sebaiknya tunda dulu niat menyebrang ke Malaysia,” tutupnya.(adv/humas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved