Berita Pemprov Kalimantan Timur

Pasien Dalam Pengawasan Covid-19 Tambah 4 Orang, Total Menjadi 39 Orang di Kaltim

Kami sampaikan, kasus PDP mengalami penambahan empat orang sehingga total 39 orang. Keempat penambahan tersebut,

HUMASPROV KALTIM/ARIF MUSTHADA
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim Andi M Ishak menyampaikan perkembangan pemantauan dan pengawasan Covid-19 kepada awak media di kantornya, Dinas Kesehatan Kaltim, Smarinda, Kamis (19/3;2020). Ia menjelaskan kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di Kaltim bertambah 4 orang. 



SAMARINDA - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim Andi M Ishak saat menggelar jumpa pers Kamis (19/3;2020) menjelaskan kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di Kaltim bertambah 4 orang.

Keempat DPD tersebut semuanya dirawat di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan.

Sampai saat ini, lanjut Andi, PDP berjumlah 39 orang, 1 orang positif, 11 negatif dan 27 orang masih menunggu hasil laboratorium. Sementara untuk Orang Dalam Pengawasan (ODP) sampai saat ini berjumlah 208 orang, kemudian 109 orang yang sudah selesai dalam pengawasan.

“Kami sampaikan, kasus PDP mengalami penambahan empat orang sehingga total 39 orang. Keempat penambahan tersebut, termasuk satu orang yang disampaikan pada konferensi pers, Rabu malam. Keempatnya dirawat di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan,” jelas Andi M Ishak dalam jumpa pers di Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Kamis (19/3/2020).

Sementara untuk Orang Dalam Pengawasan (ODP) jumlahnya 208 orang. Sebanyak 109 orang sudah selesai dalam pengawasan, dan 99 orang yang belum selesai. Saat ini pemantauan terus dilakukan. Mereka tersebar di Samarinda, Kutai Kartanegara dan Kutai Timur.

Andi yang juga Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim ini juga mengimbau kepada masyarakat yang baru saja melakukan perjalanan ke luar Kaltim maupun ke luar negeri dapat melaporkan diri untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan.

Jika masyarakat tidak mau melapor, maka akan sulit mendapat data tersebut, termasuk laporan dari kabupaten/kota.

“Oleh karena itu, kita imbau kepada masyarakat yang baru melakukan perjalanan dari luar negeri maupun keluar Kaltim agar dapat berpartisipasi aktif melapor untuk diperiksa kesehatannya, apakah terkontaminasi virus Covid-19 atau tidak,” tandasnya.

Dia menambahkan, secara umum semua pasien dalam kondisi yang terus membaik. Termasuk pasien positif Covid-19 di Samarinda juga membaik. Berdasarkan laporan terakhir siang kemarin, semua pasien semakin membaik. Batuk dan deman yang mereka alami semakin berkurang.

“Kita berharap kondisi pasien covid-19 di Kaltim semakin membaik sehingga tingkat kesembuhannya juga semakin tinggi. Tentunya dengan kondisi pasien yang benar-benar terbebas dari virus corona,” harap Andi Ishak.

Terkait perkembangan kasus Covid-19 di Kaltim, Andi mengimbau masyarakat Kaltim untuk tidak panic.

Terpenting tetap jaga kesehatan dengan menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan tidak terlalu banyak melakukan aktivitas di luar rumah, khususnya dalam kegiatan keramaian, hiburan dan kegiatan lain yang melibatkan banyak orang.

“Semua pihak diminta untuk tetap tenang. Tidak panik, tidak membuat informasi hoaks dam diimbau untuk senantiasa menerapkan pola hidup sehat bersih dan sehat. Mari kita bersama-sama berdoa agar permasalahan Covid-19 dapat segera berakhir di Indonesia, dan khususnya di Kaltim,” pungkas Andi. (mar/sul/adv)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved