Virus Corona

Pemkab Kutim Alokasikan Rp 1,3 Miliar Tangani Corona, Satu Warga Positif di Kukar Asal Long Mesangat

Pengumuman Bupati Kutai Kartanegara tentang adanya satu pasien dalam pengawasan di RSUD AM Parikesit Tenggarong, belakangan ternyata positif corona

TRIBUNKALTIM.CO/MARGARET SARITA
Ilustrasi - Camat Sangatta Utara Basuni menyerahkan usulan program prioritas Kecamatan Sangatta Utara pada Sekda Irawansyah, usai Musrenbang Kecamatan Sangatta Utara, Senin (10/2/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Pengumuman Bupati Kutai Kartanegara tentang adanya satu pasien dalam pengawasan di RSUD AM Parikesit Tenggarong, yang belakangan ternyata positif corona, menjadi perhatian khusus Pemkab Kutai Timur.

Karena sebelumnya, ada satu pasien asal Kecamatan Long Mesangat, Kabupaten Kutai Timur yang dirujuk ke rumah sakit tersebut, setelah bergejala seperti penderita corona.

Yakni, sesak nafas, batuk dan demam. Diketahui, pasien tersebut juga baru saja pulang dari mengikuti kegiatan di Kota Bogor.

Hal ini diungkapkan Sekda Drs H Irawansyah M Si, dalam jumpa awak media di ruang rapat Kantor Bappeda Kutim, Jumat (20/3/2020). “Iya benar. Memang secara data Kutim tidak ada yang positif corona. Tapi, pasien yang positif corona di Kukar, tersebut berasal dari Kecamatan Long Mesangat.

Bupati juga sudah mengeluarkan instruksi agar Kecamatan Long Mesangat mendapat perhatian khusus. Karena dikhawatirkan Covid- 19 menyebar di kecamatan tersebut,” ungkapnya.

Cegah Penyebaran Covid-19 di Kutim, Bupati Ismunandar Perintahkan Sekolah Diliburkan 14 Hari

Mewabahnya Virus Corona, Personel Polsek KP Samarinda Dapat Edukasi dari Kantor Kesehatan Pelabuhan

Untuk itu, Sekda bersama Bappeda, Dinas Kesehatan, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kutim menggelar pertemuan terkait pencegahan dan penanggulangan covid 19 di Kutim.

“Kita bentuk satgas khusus pencegahan dan penanganan Covid 19. Usulan biaya yang masuk dari Dinas Kesehatan sebesar Rp 1,3 miliar. Termasuk di dalamnya, penambahan ruang isolasi dan alat pelindung diri bagi tim medis yang menangani, obat-obatan, biaya pengiriman sampel darah, rawat inap, transportasi ke kecamatan dan rujukan pasien terduga, serta kebutuhan lainnya,” kata Sekda.

Selain itu menghadapi kelangkaan masker dan sanitizer di Sangatta, maupun kecamatan lain di Kutim, menurut Sekda, sudah ada instruksi Bupati untuk pemerintah agar segera melakukan pengadaan masker. Entah melalui pembuatan masker kain secara massal.

“Pagi tadi sudah ditelpon Bupati, untuk pencegahan, kita akan menyediakan masker dan sanitizer. Bupati instruksikan dinas kesehatan dan pemerintah, untuk pengadaan masker. Bisa minta tukang jahit meminta buat masker secara masal untuk diberikan ke masyarakat,” ujarnya menyampaikan pesan Bupati.

Antisipasi Mewabahnya Corona di Kutim, Ini Instruksi Bupati Ismunandar  

Sementara di lingkungan pemerintahan sendiri, sudah diinstruksikan agar menunda kegiatan yang mengumpulkan massa. Bahkan beberapa pertemuan yang belum terlalu mendesak, ditunda dulu dalam dua pekan ini.

“Tentunya kita harus waspada dan berhati-hati. Pemerintah daerah mengimbau, kalau tidak mendesak, tidak perlu keluar daerah. Begitu juga pertemuan-pertemuan yang mengumpulkan massa juga tidak dilakukan dalam waktu dekat. Hal ini dalam rangka kita menjaga bersama-sama agar penularan di Kutim bisa dihentikan,” kata Irawansyah.(sar)

IKUTI >> Update Virus Corona

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved