Berita Pemprov Kalimantan Timur

Satpol PP Gelar Patroli Cegah Covid-19, 30 Anak Terjaring Main Game di Warnet Samarinda

Namun sayangnya, para pelajar justru memanfaatkan momen libur sekolah ini dengan sibuk bermain game di warung internet (warnet).

TRIBUN KALTIM / BUDHI HARTONO
Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Asli Nuryadin 

SAMARINDA – Menyusul kian meluasnya sebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Gubernur Kaltim H Isran Noor sudah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 440/1871/0213-II/B.Kesra.

Salah satu poin surat edaran itu adalah memindahkan kegiatan belajar mengajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga perguruan tinggi ke rumah hingga 14 hari ke depan. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Namun sayangnya, para pelajar justru memanfaatkan momen libur sekolah ini dengan sibuk bermain game di warung internet (warnet).

Melihat fenomena ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kaltim dan Kota Samarinda melakukan patroli ke beberapa warnet dan mall di Samarinda, Kamis (19/3/2020).

Dari patroli Satpol PP Kaltim bersama Satpol PP Kota Samarinda itu ditemukan sebanyak 58 anak sedang berjalan-jalan di mal dan 30 anak bermain di sejumlah warnet.

Padahal imbauan Gubernur Kaltim Isran Noor dengan jelas menyebutkan untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan keramaian, hiburan dan kegiatan lain yang melibatkan massa atau orang banyak.

Kegiatan yang dirasa kurang perlu, sebaiknya tidak dilakukan sementara waktu. Masyarakat sebaiknya berdiam diri di dalam rumah agar terhindar dari penularan Covid-19.

Kepala Satpol PP Provinsi Kalimantan Timur I Gede Yusa mengatakan tugasnya adalah menindaklanjuti arahan gubernur. Edaran pemerintah semata-mata bertujuan untuk kebaikan masyarakat termasuk anak-anak. Yakni, membatasi meluasnya Covid-19.

"Sosialisasi kepada anak-anak saya rasa perlu ditingkatkan. Peran orangtua di sini sangat diperlukan dalam memberikan arahan dan pemahaman kepada anak-anak," tutur Gede.

Dia mengatakan anak-anak kemudian diberikan pembinaan dan nasihat. Sehingga, tidak menganggap remeh kondisi saat ini. Dia berharap, anak-anak nantinya akan menjadi lebih rajin belajar di rumah.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda Asli Nuryadin menyatakan setuju dengan tindakan patroli yang dilakukan. Karena, dengan adanya virus corona ini intinya mengisolasi diri dari keramaian.

"Bujur aja itu. Niat kita baik dengan segala risiko yang kita tanggung untuk meliburkan. Sebenarnya bukan meliburkan, tapi memindahkan proses belajar mengajar dari sekolah ke rumah. Tapi ternyata disalahgunakan oleh anak-anak," kata Asli Nuryadin saat diwawancarai.

Ditambahkan, dengan mengisolasi diri di rumah diharapkan mampu menggunakan teknologi informasi dalam belajar mengajar. Langkah ini harus dilakukan gotong-royong demi membantu sesama, bukan perorangan.

"Jadi anak-anak yang menyalahgunakan waktunya dirazia, ditangkap, diedukasi dan dikembalikan lagi kepada orangtuanya," ujar Asli. (yuv/sul/adv)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved