Virus Corona

Aktivitasnya Dihentikan Polisi, Nasib Penarik Becak Saat Lockdown Mengenaskan, Mulai Kelaparan

Aktivitasnya dihentikan polisi, nasib penarik becak saat lockdown mengenaskan, mulai kelaparan

Dokumentasi Linmas Kota Surabaya
Seorang kakek pengayuh becak dievakuasi ke rumah sakit. 

TRIBUNKALTIM.CO - Aktivitasnya dihentikan polisi, nasib penarik becak saat lockdown mengenaskan, mulai kelaparan.

Dampak Virus Corona atau covid-19 mengganggu aktivitas perekonomian warga.

Terlebih jika Pemerintah setempat sudah memberlakukan protokol lockdown.

Penarik becak di Malaysia bernama Rosman Alwi (53) mengaku tidak memiliki cukup uang untuk membeli makanan.

Hal ini terjadi sejak pembatasan interaksi (Social Distancing) dan sistem penguncian (lockdown) diberlakukan di negara itu.

Rosman terakhir mendapatkan dua penumpang pada Kamis lalu.

Balikpapan Status KLB Corona, Kasatpol PP Ancam Tutup Paksa THM yang Tetap Buka

Risma Kaitkan Zona Merah Virus Corona Dengan PDIP, Roy Suryo: Covid-19 Pandemi Serius, Bu Cyantik!

Mereka merupakan wisatawan asal Johor.

Namun aktivitasnya kini dihentikan oleh polisi setempat dan ia bersama para penarik becak lainnya disuruh kembali ke rumah masing-masing.

"Aku telah menunggu di Dewi Kuil Rahmat, mungkin ada yang datang memberikan makanan gratis, tapi tidak ada yang datang," kata Rosman.

Menurutnya, jika banyak penarik becak terlihat menunggu di kawasan itu, mereka akan diusir oleh para polisi yang berjaga.

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved