Virus Corona

Berlayar dari Singapura, 10 Hari Tambat di Sungai Mahakam, 17 Kru Kapal Malaysia Periksa Kesehatan

Wabah Virus Corona ( Covid-19 ) membuat warga dan pemerintah harus ekstra waspada. Apalagi ketika mengetahui adanya pendatang dari negara lain

Tribunkaltim.co, Budi Dwiprasetyo
Kapal Multi Vesel ( MV ) Harapan Baru, yang berbendera Malaysia, Kapal bermuatan aspal itu dikabarkan sudah 10 hari tambat di perairan Sungai Mahakam kawasan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan dengan membawa 17 awak yang di antaranya 1 Warga Negara Malaysia, dan 1 Warga Negara Sri Langka. Sedangkan sisanya adalah WNI. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Wabah Virus Corona ( Covid-19 ) membuat warga dan pemerintah harus ekstra waspada. Apalagi ketika mengetahui adanya pendatang dari negara yang juga masuk dalam pandemi corona, berada di wilayah mereka.

Kapal Multi Vesel atau MV Harapan Baru, yang berbendera Malaysia salah satunya, kapal bermuatan aspal itu dikabarkan sudah 10 hari tambat di perairan Sungai Mahakam kawasan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan.

Kapal itu diketahui berlayar dari Singapura, membawa 17 awak yang diantaranya 1 Warga Negara Asing ( WNA ) Malaysia, dan 1 WNA asal Sri Langka. Sedangkan sisanya adalah WNI. 

Seluruh awak kapal sempat dilarang turun di Pelabuhan Parepare, tempat dimana kapal itu lebih dulu bersandar. dan Senin (23/3/2020), kehadiran kapal itu juga membuat warga Pulau Atas waswas, meskipun kapal itu tambat sekitar 100 meter dari tepi sungai.

Kepala KSOP Kelas II Samarinda, Capt. Dwi Yanto membenarkan kedatangan kapal berbendera asing itu di perairan Sungai Mahakam.

"Rencananya kapal itu mau bongkar aspal di jetty Tonassa, namun tidak kami izinkan karena jetty Tonassa izinya untuk komoditas semen," kata Dwi.

Perketat Pengawasan Wabah Corona KSOP dan Pelindo Larang Kapal Asing dan Awaknya Sandar di Tarakan

Petugas KKP Periksa Kapal Asing di Laut Bontang Pakai Baju Astronot Bila Keadaan Seperti Ini

Wabah Virus Corona, Periksa Kapal Asing di Laut Bontang Petugas KKP Pakai Sarung Tangan 3 Lapis

Antisipasi Wabah Virus Corona Lewat Laut, 5 Kapal Asing Ini yang Diwaspadai KKP di Bontang

Dwi menegaskan, pihaknya tidak dapat melarang kapal untuk masuk ke perairan Indonesia pada umunya, dan Samarinda pada khususnya jika memang tidak ada masalah dari izin berlayarnya.

"Sementara ini mereka belum ada kegiatan dan masih tambat di sana (kawasan Pulau Atas). Namun nanti kami pastikan untuk kru kapal agar tidak boleh turun karena berbendera Malaysia. Biar kami koordinasikan dengan instansi terkait dulu," tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Samarinda, Sabilal Rasyad menyatakan bahwa timnya telah melakukan pemeriksaan pada awak MV Harapan Baru.

"Dari pemeriksaan itu mereka kru kapal yang berjumlah 17 orang, baik WNA maupun WNI aman, tidak terjangkit virus corona," jelas Sabilal.

Antisipasi Virus Corona Masuk di Balikpapan, KKP Larang Kapal Asing Sandar di Pelabuhan Semayang

Sebulan 30 Sampai 40 Kapal Asing Sandar di 3 Dermaga Bontang, Waspada Corona KSOP Perketat Pantauan

Waspada Corona, Kapal Asing yang Tak Penuhi Syarat Ini, KSOP Tak Beri Izin Sandar di Dermaga Bontang

Dijelaskan lebih lanjut, bahwa untuk memastikan kru kapal terjangkit virus corona atau tidak diperlukan waktu 14 hari. Namun masa inkubasi itu menurutnya telah dilalui, terhitung sejak tambat di Pelabuhan, Parepare hingga di Samarinda.

"Artinya setelah kami lakukan pemeriksaan kembali di sini ( Samarinda ) aman. Karena itu mereka dinyatakan clear," ungkapnya.

Sementara yang menjadi alasan ketika di Parepare awak kapal dilarang turun ke pelabuhan, menurut Sabilal hal itu berkaitan dengan izin atau paspor.

"Mereka itu kan ada WNA. Nah kaitannya dengan Imigrasi. Kalau mereka turun ke pelabuhan, artinya sudah menjadi wewenang Imigrasi. Kami hanya seputar kesehatan yang berupaya mendeteksi dini dan mencegah penyebaran virus corona," pungkasnya.

IKUTI >> Update Virus Corona

Penulis: Budi Dwi Prasetiyo
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved