Berita Pemprov Kalimantan Utara

Gubernur Minta Masyarakat Tenang Tidak Lakukan Aksi Borong, Kebutuhan Pokok di Kaltara Aman

Masyarakat, kata Gubernur, harus tetap tenang dan bijak dalam menghadapi situasional barang yang sewaktu-waktu berubah.

HUMASPROV KALTARA
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie meninjau sejumlah area publik di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan guna memastikan pencegahan penyebaran Covid-19, Minggu (22/3/2020). 

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie mengajak seluruh masyarakat di Kaltara untuk tidak panik sehubungan dengan adanya pandemic global virus Corona atau COVID-19 saat ini.

Meski demikian, warga diimbau selalu waspada dan mentaati apa yang menjadi anjuran pemerintah.

Masyarakat, kata Gubernur, harus tetap tenang dan bijak dalam menghadapi situasional barang yang sewaktu-waktu berubah.

“Masyarakat tidak perlu cemas apalagi sampai terjadi panic buying (aksi borong sembako). Pemerintah Pusat maupun Daeeah terus berupaya secara maksimal menghadapi masalah nasional yang sekarang ini terjadi,” kata Irianto.

Dijelaskan, di Kaltara sendiri, pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten dan kota terus berupaya melakukan pencegahan dan penanganan. Termasuk menjaga ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat.

Dalam hal ini Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindakop-UMKM) bekerjasama dengan instansi dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, telah menjaga ketersediaan.

Terkait dengan permintaan pasar yang mendadak, sedangkan ketersediaan barang rendah. Sesuai informasi dari Disperindagkop-UMKM Kaltara, khususnya untuk ketersediaan gula, kejadian ini berlaku secara nasional. Bahwa impor gula baru dilakukan pada bulan Maret, sehingga di bulan April baru dapat didistibusikan ke daerah.

“Tidak hanya kebutuhan pokok, sejumlah barang lain seperti alat kesehatan saat ini terbilang langka. Ini sudah menjadi situasi darurat nasional, tidak hanya terjadi di Kaltara saja,” kata Gubernur.

“Untuk itu, saya minta secara bersama-sama baik pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, melalui OPD masing-masing dapat berperan aktif dalam menyikapi persoalan yang sedang terjadi. Khususnya dalam hal ketersediaan bapok (bahan pokok),” tambahnya.

Sementara Kepala Disperindagkop-UMKM Kaltara Hartono mengatakan, pihaknya memiliki sejumlah program terkait mengantisipasi lonjakan harga barang kebutuhan pokok, yakni Pasar Murah. Hanya saja, program tersebut belum dapat dilakukan, hal ini sesuai dengan instruksi pemerintah (Pusat) tentang Social Distancing.

“Sesuai instruksi pemerintah, kita tidak diperbolehkan mengadakan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Seperti pasar murah itu mengumpulkan banyak orang,” ujar Hartono.

Kedati demikian, Disperindagkop-UMKM Kaltara terus berusaha mangantisipasi agar tidak terjadi lonjakan harga barang kebutuhan pokok akibat panic buying di Kaltara.

Tetap tenang, ikut semua himbauan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dan Daerah. Tetap jaga kesehatan diri, mencuci tangan dengan air dan sabun. Hand Sanitezer digunakan jika benar-benar tidak menemukan air dan sabun. (adv/humas)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved