Instruksi Kapolri Idham Azis, Hukuman Pidana Jika Masyarakat Menolak Bubar saat Ditertibkan Polisi

Instruksi Kapolri Idham Azis, hukuman Pidana jika masyarakat menolak bubar saat ditertibkan polisi demi pencegahan penyebaran Virus Corona covid-19

KOMPAS.com/Devina Halim
Instruksi Kapolri Idham Azis, Hukuman Pidana Jika Masyarakat Menolak Bubar saat Ditertibkan Polisi 

TRIBUNKALTIM.CO - Instruksi Kapolri Idham Azis, hukuman Pidana jika masyarakat menolak bubar saat ditertibkan polisi dalam rangka pencegahan penyebaran Virus Corona alias covid-19.

Kali ini Kapolri Idham Azis tak main-main turun tangan gua mencegah penyebaran Virus Corona di Indonesia.

Seperti diketahui Kapolri Jenderal polisi Idham Azis telah mengeluarkan maklumat untuk menertibkan tindakan pengumpulan massa.

Sanksi tegas bakal dijatuhkan oleh polisi kepada masyarakat yang masih bandel tak mau membubarkan diri saat ditertibkan.

Dilaporkan bahwa polisi akan menjerat pihak-pihak yang tidak mematuhi imbauan anggota kepolisian saat diminta membubarkan diri dengan hukum Pidana.

Geram Warga Sepelekan Virus Corona, Walikota Bersama TNI dan Polisi Turun ke Lapangan Lakukan Ini

Aktivitasnya Dihentikan Polisi, Nasib Penarik Becak Saat Lockdown Mengenaskan, Mulai Kelaparan

Reaksi Kapolri Idham Azis Lawan Virus Corona, Polisi Tak Segan Tindak Tegas Pengumpulan Massa

Pembubaran kerumunan massa dilakukan dalam rangka pencegahan penularan Virus Corona.

"Apabila ada masyarakat yang membandel, yang tidak mengindahkan perintah personel yang bertugas untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara, kami akan proses hukum,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (23/3/2020).

Pembubaran tersebut tertuang dalam Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020 tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona ( Covid-19).

Dalam maklumat itu, tindakan pengumpulan massa terdiri atas lima hal.
Pertama, pertemuan sosial, budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, sarasehan dan kegiatan lainnya yang sejenis.

Kedua, kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran dan resepsi keluarga.

Halaman
1234
Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved