Penerapan Manajemen Pengetahuan Hasilkan Sumber Daya Unggul

DEWASA ini, paradigma baru pendidikan tinggi telah mengalami perubahan yang cukup signifikan. Salah satu perubahan tersebut adalah ditandai diperboleh

tirto.id
Penerapan Manajemen Pengetahuan Hasilkan Sumber Daya Unggul 

DEWASA ini, paradigma baru pendidikan tinggi telah mengalami perubahan yang cukup signifikan. Salah satu perubahan tersebut adalah ditandai diperbolehkannya lembaga perguruan tinggi dari negara lain menyelenggarakan pendidikan tinggi di Indonesia dengan mengikuti syarat dan ketentuan berlaku.

Kondisi tersebut sesungguhnya dapat kita lihat dari dua sisi, yaitu sisi positif sebagai keunggulan kompetitif yang akan memperkuat dan meningkatkan mutu perguruan tinggi Indonesia. Sisi negatif, yaitu apabila peraturan tidak dibuat secara ketat, cermat dan hati-hati, maka akan menyebabkan swastanisasi pendidikan tinggi dan menimbulkan diskriminasi pendidikan antara masyarakat ekonomi mapan dan ekonomi lemah.

Dalam rangka memastikan perguruan tinggi Indonesia agar dapat mencapai keunggulan kompetitif dan berkelanjutan pada pengetahuan, karakter dan sistem, maka keefektifan individu, tim, dan unit kerja menjadi syarat penting. Pemanfaatan pengetahuan jelas merupakan kunci utama mewujudkan keefektifan tersebut, sehingga hal ini mendorong munculnya kebutuhan untuk mengimplementasikan manajemen pengetahuan (knowledge management).

Implementasi knowledge management sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh human capital sebagai intangible asset yang melekat pada sumber daya manusia.

Dalam konteks manajemen pengetahuan, SDM profesional memandang manajemen pengetahuan sebagai penjamin pengetahuan yang dimiliki, diperoleh, dan dikembangkan bersama dengan orang lain dalam organisasi, sehingga pengetahuan individu dapat menjadi pengetahuan organisasi yang dapat memberi kontribusi bagi kinerja organisasi (perguruan tinggi).

Dengan demikian, pengelolaan SDM mempunyai peran penting dalam mendorong perubahan dan perkembangan organisasi (perguruan tinggi) yang berpusat pada pengetahuan melalui pembentukan budaya organisasi yang mendukung pembangunan dan knowledge sharing (Uhar Suharsaputra, 2015: 191193).

Secara spesifik, SDM dapat menambah nilai dengan mengembangkan program kesadaran akan pengetahuan, baik sebagai aktivitas terpisah maupun dengan mengintegrasikannya dengan program pengembangan organisasi yang ada.

Suatu organisasi pasti memerlukan strategi baru dari waktu ke waktu, karena perubahan eksternal menuntut setiap organisasi untuk memikirkan berbagai upaya baru. Kini, dunia telah beralih dari perekonomian industrial ke perekonomian pengetahuan (knowledge economy) dimana pengetahuan menjadi sumber daya yang paling penting dan strategis, dan learning menjadi kemampuan paling penting dan strategis bagi organisasi.

Menurut Zuhal (2010), ekonomi berbasis pengetahuan merupakan sistem yang memiliki karakteristik; a) berdasarkan atas aset intelektual, bukan aset fisik atau tempat, b) keunggulan kompetitif akan menjadikan organisasi mampu untuk belajar dan berinovasi, c) tenaga kerja harus dapat berpikir kritis, dan d) penguasaan teknologi akan menjadikan organisasi mampu untuk mengelola pengetahuan (knowledge management) dan tenaga kerjanya mampu untuk terus belajar.

Sebagai lembaga pendidikan tinggi yang menyelenggarakan Tri Dharma, perguruan tinggi memiliki imperatif yang lebih kuat untuk menjadikan pengetahuan atau ilmu pengetahuan sebagai bisnis utamanya (core business).

Halaman
123
Tags
Opini
Editor: Tohir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved