Berita Pemprov Kalimantan Timur

Lahan Luas, Gubernur Isran Sebut Kaltim Potensial Kembangkan Sapi-Kerbau Program Sikomandan

kata Isran Noor pada Rakontekda Pembangunan Peternakan dan Kesehatan Hewan 2020 di Balikpapan, pekan lalu

HUMASPROV KALTIM
Kelompok Tani Mugi Rejo Desa Babulu Darat, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sedang memberikan makan sai-sapi Brahman Cross yang dipeliharanya. Sapi impor dari Australia itu merupakan bantuan APBN untuk dikembangbiakkan di Kaltim. 

SAMARINDA - Gubernur Isran Noor menegaskan Kaltim memiliki kawasan lahan luas dengan berbagai keunggulannya. Sehingga, sangat potensial mendorong pelaksanaan program nasional Sikomandan atau Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri.

Wilayah kita sangat luas. Berbagai kegiatan potensial dikembangkan, tidak terkecuali usaha peternakan melalui Sikomandannya," kata Isran Noor pada Rakontekda Pembangunan Peternakan dan Kesehatan Hewan 2020 di Balikpapan, pekan lalu.

Sikomandan merupakan program yang dicanangkan pemerintah pusat pada tahun 2020 melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian.

Program nasional ini merupakan program andalan yang bertujuan untuk meningkatkan populasi dan produksi sapi dan kerbau di Indonesia.

"Kita menetapkan Kaltim berdaulat pangan, maka ketersediaan dan kecukupan pangan harus diwujudkan. Tidak terkecuali sektor peternakan, kita dorong percepatan populasi dan produksi melalui program Sikomandan ini," harap Isran Noor.

Sementara Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Dadang Sudarya mengemukakan salah satu terobosan yang telah dilakukan jajarannya dalam mendukung tercapainya peningkatan populasi sapi melalui tindak lanjut Pergub Kaltim 50/2018 tentang Penataan Pemberian Izin dan Non Perizinan di Bidang Pertambangan, Kehutanan dan Perkebunan Kelapa Sawit di Kaltim.

"Program ini kita sebut sapi komitmen. Di antaranya, kerja sama dan bantuan perusahaan pertambangan bagi ternak sapi atau integrasi sapi di eks lahan tambang batu bara," ujar Dadang.

Ada puluhan hingga ratusan lubang tambang di wilayah Kutai Kartanegara ( Kukar ), Kalimantan Timur. Lubang tambang menjadi permasalahan lingkungan di Kukar, Kalimantan Timur.
Ada puluhan hingga ratusan lubang tambang di wilayah Kutai Kartanegara ( Kukar ), Kalimantan Timur. Lubang tambang menjadi permasalahan lingkungan di Kukar, Kalimantan Timur. (TribunKaltim.Co/Jino Prayudi Kartono)

Selain itu, pengembangan ternak sapi di lahan perkebunan kelapa sawit atau integrasi sapi sawit. Terutama di perkebunan sawit rakyat dan perkebunan besar swasta.

"Kami juga masih menguatkan program nasional seperti upaya khusus sapi betina wajib bunting. Di antaranya, pengendalian dan pengawasan pemotongan sapi dan kerbau, tidak boleh yang masih betina produktif. Selain, sanksi denda juga berefek hukum jika tetap dilakukan," bebernya. (yans/sul/adv)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved