Ketika Calon IKN Melawan Covid-19

VIRUS Covid-19 telah menjangkiti 514 jiwa dan menelan 48 jiwa meninggal (CNN.Indonesia). Kalimantan Timur termasuk salah satu provinsi yang tertular

ist
Ketika Calon IKN Melawan Covid-19 

VIRUS Covid-19 telah menjangkiti 514 jiwa dan menelan 48 jiwa meninggal (CNN.Indonesia). Kalimantan Timur termasuk salah satu provinsi yang tertular virus Corona. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim Andi M. Ishak menggelar konferensi pers untuk menginformasikan data perihal penyebaran virus Corona.

Kasus pasien dalam pengawasan (PDP) di Kaltim hingga saat ini 56 kasus, sedang jumlah warga Kaltim yang positif pandemi Corona ada 11 orang. Jumlah ini perkirakan terus bertambah. Dirilis dari liputan6.com untuk orang dalam pantauan (ODP) di Kaltim berjumlah 688 kasus.
Sementara, di daerah calon Ibu Kota Negara (Kabupaten Penajam Paser Utara) tak luput dari bayang-bayang virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut. Kepala Dinas

Kesehatan Kabupaten PPU dr Arnold Wayong, mengatakan terkait penanganan Covid-19, di PPU ada 18 kasus, di antaranya 13 orang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Meliputi Kecamatan Penajam 3 orang, Waru 1 orang dan Babulu 9 orang. (TribunKaltim.co).

Bukan tanpa kendala ketika kabupaten yang merupakan calon IKN menghadapi perang terhadap makhluk kecil ini. Menurut Direktur RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) dr.Jensje Grace Makisurat, yang menjadi masalah terbesar sekarang adalah alat swab tenggorokan yang di gunakan untuk mengambil sampel di saluran pernapasan, terus menipis dan tidak semua rumah sakit punya.

Walau ada metode lain yang lebih cepat untuk mengetahui apakah pasien positif atau tidak dengan Rapid tes yaitu metode pengambilan sampel darah. Namun sayangnya alat ini belum tiba di PPU.

Bahkan pakaian hazmat atau APD (alat pelindung diri) khusus dalam penanganan Covid-19 RSUD RAPB belum memilikinya (idn.times). Masih dalam tahap pemesanan. Tim

Puskesmas Penajam menggunakan jas hujan untuk melindungi diri saat mengantar pasien untuk pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit umum daerah.

Khusus masalah APD juga menjadi masalah yang dialami oleh para medis di Kaltim dan Indonesia pada umumnya. Alat ini penting karena para medis adalah garda terdepan untuk memerangi Coronavirus.

Bagaimana tidak tenaga kesehatan ketar-ketir menghadapi masalah ini, pasalnya alat pelindung itu bagaikan senjatanya prajurit yang sedang berperang. Sama saja mereka menjadi tumbal untuk menyelamatkan nyawa manusia lainnya. Banyak masyarakat membuat gerakan-gerakan sosial guna melengkapi kekurangan APD di daerah.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga tak ketinggalan membuka donasi untuk rekanrekan sejawat agar dapat terhindar dari risiko tertular pasien.

Halaman
123
Editor: Tohir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved