Virus Corona

PHK Karena Corona, Jokowi Siapkan Kartu Pra Kerja, Begini Syarat, Daftar, dan Besar Insentif

Kartu Pra Kerja ini juga sebagai antisipasi adanya korban dari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) imbas wabah Virus Corona (covid-19) di Indonesia.

PHK Karena Corona, Jokowi Siapkan Kartu Pra Kerja, Begini Syarat, Daftar, dan Besar Insentif
KOLASE YOUTUBE KOMPAS.TV/FREEPIK.COM
Presiden Jokowi siapkan Kartu Pra Kerja untuk antisipasi meluasnya dampak Virus Corona 

TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengeluarkan sejumlah kebijakan terkait wabah Virus Corona (covid-19).

Upaya menjaga daya beli masyarakat, salah satunya dilakukan dengan percepatan realisasi program Kartu Pra Kerja.

Sebab pandemi Corona yang makin meluas mejadi kekhawatiran akan berdampak pula hingga pada sektor industri, terutama buruh. 

Kartu Pra Kerja ini juga sebagai antisipasi adanya korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) imbas wabah Virus Corona (covid-19) di Indonesia.

Pemerintah menganggarkan dana APBN sebesar Rp 10 triliun, sehingga nantinya setiap pekerja yang masuk korban PHK bisa mendapatkan honor berupa insentif sebesar Rp 1 juta per orang atau mengalami kenaikan dari skema sebelumnya yakni Rp 650.000.

Kondisi Terkini Menhub, 10 Hari Lebih Dirawat Karena Virus Corona, Begini Laporan Rumah Sakit

Lantas, bagaimana cara mendapatkan Kartu Pra Kerja?

Dilansir dari laman resmi Kementerian Ketenagakerjaan, Rabu (25/3/2020), Kartu Pra Kerja adalah program pengembangan kompetensi kerja yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja ter-PHK, atau pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi.

Syarat penerima Kartu Pra Kerja adalah Warga Negara Indonesia yang berusia minimal 18 tahun dan tidak sedang mengikuti pendidikan formal.

Pesertanya akan mendapatkan pelatihan dengan metode pelatihan online (e-learning) dan pelatihan offline (tatap muka).

Manfaat dari Kartu Pra Kerja sendiri bisa digunakan untuk pelatihan berbayar, di mana pembayarannya dilakukan dengan Kartu Pra Kerja untuk mengikuti pelatihan online maksimal Rp 3 juta, dan pelatihan offline maksimal Rp 7 juta.

Halaman
1234
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved