Virus Corona

Keluarga Ciumi Jenazah PDP Corona di Sulawesi Tenggara, Ahli Kesehatan Terangkan Resikonya

Keluarga ciumi jenazah PDP Corona di Sulawesi Tenggara, ahli Kesehatan terangkan resikonya.

Keluarga Ciumi Jenazah PDP Corona di Sulawesi Tenggara, Ahli Kesehatan Terangkan Resikonya
Kolase Tribunkaltim: KompasTV
Keluarga ciumi jenazah PDP Corona di Sulawesi Tenggara, ahli Kesehatan terangkan resikonya. 

TRIBUNKALTIM.CO - Keluarga ciumi jenazah PDP Corona di Sulawesi Tenggara, ahli Kesehatan terangkan resikonya.

Sebuah video jenazah pasien dalam pengawasan ( PDP ) covid-19 diciumi keluarganya menjaid viral .

Sebelumnya keluarga juga membuka plastik yang membungkus jenazah

Sebuah video keluarga membuka kantong plastik yang membungkus jenazah seorang perempuan yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, viral di media sosial.

Pembungkus jenazah tak hanya dibuka dan dilihat banyak pelayat, pihak keluarga pun bahkan memegang dan mencium jenazah tersebut.

Menanggapi hal itu, dr Panji Hadisoemarto, dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) menyebut, pada umumnya jenazah yang meninggal karena suatu penyakit dianggap tidak akan menularkan virus atau penyakitnya ke orang lain.

 Di ILC, Driver Ojol Curhat Dapati Hal Tak Terduga Saat Virus Corona Merebak, Karni Ilyas Tersentuh

 Daftar Lokasi 427 Pasien Positif Virus Corona di Wilayah Anies Baswedan, Semua Kelurahan Jakarta Ada

 Jokowi Bocorkan 4 Provinsi Bakal Terima Dampak Buruk Virus Corona, Bukan Jakarta, 2 di Kalimantan

 Kabar Gembira, Ilmuwan China Akhirnya Ungkap Kapan Virus Corona Bisa Lenyap Tak Bersisa dan Caranya 

"Dalam arti, penularan secara droplet tidak akan terjadi karena jenazah tidak batuk-batuk."

"Tapi karena virus (Covid-19) bisa menular secara tidak langsung, lewat tangan misalnya, bisa timbul risiko penularan kalau jenazah disentuh atau dicium," kata Panji kepada Kompas.com, Kamis (26/3/2020).

Dengan kata lain, risiko penularan ke orang lain bisa terjadi karena jenazah PDP Covid-19 disentuh dan dicium sebelum dikebumikan.

Sementara itu, Panji juga mengatakan bahwa orang yang menyentuh dan mencium jenazah PDP otomatis statusnya menjadi orang dalam pemantauan (ODP).

Halaman
1234
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved