Virus Coruna

Tidak Terima Jam Besuk Rutan Samarinda Ditiadakan Warga Binaan Kejar Polsuspas Menggunakan Sajam

Larangan sementara kunjungan warga binaan Rumah Tahanan atau Rutan Klas II A Samarinda telah berlaku hingga 1 April 2020

Tidak Terima Jam Besuk Rutan Samarinda Ditiadakan Warga Binaan Kejar Polsuspas Menggunakan Sajam
Tribunkaltim.co, Budi Dwiprasetyo
Kepala Rutan Klas II A Samarinda, Taufiq Hidayat 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Larangan sementara kunjungan warga binaan Rumah Tahanan atau Rutan  Klas II A Samarinda telah berlaku hingga 1 April 2020. Kebijakan tersebut untuk memutus mata rantai Covid-19.

Namun, warga binaan yang tak terima, yakni AF (56) dan MA (42). Bahkan keduanya nekat mengancam petugas hingga hampir melakukan penganiayaan dan kericuhan.

Saat seorang Polsuspas Rutan Klas II A Samarinda JD saat ingin menenangkan kegaduhan pada Rabu (25/3/2020) sekitar pukul 17.00 Wita,AF dan MA seketika menyampaikan ketidak setujuan soal kebijakan larangan sementara kunjungan yang di tetapkan.

Kejadian tersebut berawal saat AF dan MA bersikeras agar keluarganya tetap dapat membesuk mereka,Bahkan AF membawa senjata tajam ( Sajam ).

"Sebenarnya ini masalah karena memaksa petugas agar keluarga diperbolehkan membesuk," ucap Kepala Rutan Klas II A Samarinda, Taufiq Hidayat, Kamis (26/3/20)20.

NEWS VIDEO Tak Terima Ditiadakan Jam Besuk, Warga Binaan Kejar Polsuspas Menggunakan Senjata Tajam

Jam Besuk di RSUD Tarakan Kalimantan Utara Ditiadakan, Penjaga Pasien Dibatasi 1 Orang

Waspada Virus Corona, Jam Besuk Pasien di RSD Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor Ditiadakan

Jam Besuk Ditiadakan, RSUD AWS Kota Samarinda Hanya Bolehkan Satu Orang Jaga Pasien

"Keduanya itu sebagai provokasi, kalau tahanan lain nggak ada terpancing," sambungnya.

Taufiq menjelaskan, sajam tersebut merupakan rakitan.  "Sajam itu buatan dari besi, itu juga sudah lama sepertinya," terangnya

Penyisiran pasca kejadian ancaman juga telah dilakukan oleh pihak Rutan. Namun, baru hanya di kamar AF dan MA saja.
"Sudah kami lakukan ( penyisiran ) tapi di kamar saja, kalau yang lain belum. Kami juga ada dapati pisau cutter juga dan replika sajam dari kayu," ungkapnya.

Kedua warga binaan saat ini telah diputuskan untuk dipindahkan ke Lapas Klas II B Balikpapan.
"Dua-duanya dipindahkan, karena permasalahan dari keduanya. Hal itu biar nggak terjadi lagi hal serupa," katanya,

Kericuhan yang terjadi juga sempat dilaporkan JD kepada pihak kepolisian setelah sebelumnya berhasil menghindar dari AF.

RSUD Beriman Balikpapan Tiadakan Jam Besuk, Antisipasi Penyebaran Virus Corona

Kutai Kartanegara Status Siaga Corona, RSUD AM Parikesit Tiadakan Jam Besuk Pasien Sementara Waktu

Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Damus Asa, membenarkan telah menerima laporan tersebut.
"Benar ada keributan dan kami langsung ke Rutan dan ketemu kepala Rutan. Tapi sudah kondusif," ucapnya.

Damus juga sempat menanyakan soal kericuhan, namun, pihak Rutan menuturkan untuk menyelesaikan permasalahan secara internal.

"Mereka sudah menjelaskan dan menyelesaikan permasalahan secara internal, kedua tahanan sudah diamankan oleh mereka dan diselesaikan secara mediasi," pungkasnya

Penulis: Budi Dwi Prasetiyo
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved