Istri Wali Kota Samarinda Puji Setyowati Bertahan di Jakarta, Akui Alami Batuk Saat di Banten

Istri Wali Kota Samarinda Puji Setyowati Bertahan di Jakarta, Akui Alami Batuk Saat di Banten

Tribunkaltim.co/Muhammad Riduan
Istri Wali Kota Samarinda Puji Setyowati Bertahan di Jakarta, Akui Alami Batuk Saat di Banten 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Anggota Komisi IV DPRD Kaltim sekaligus Istri Wali Kota Samarinda, Puji Setyowati, dikabarkan masih bertahan di Jakarta bersama putranya usai melakukan perjalanan dinas dari Provinsi Banten.

Beredar kabar ia tidak berani pulang karena wabah Virus Corona.

Saat dikonfirmasi Tribunkaltim.co, pada Kamis (26/3/2020), ia mengaku bukan tak berani pulang, melainkan belum dibolehkan pulang oleh suaminya, Syaharie Jaang.

"Sempat tanya bapak ( Syaharie Jaang ), pak boleh pulang kah, katanya belum nggak usah dulu. Kalau pulang ke sini juga ibu 14 hari nggak boleh keluar rumah," ucap Puji melalui via telepon.

Dikarenakan belum bisa pulang ke Samarinda, Puji Setyowati mengaku kangen serta rindu terhadap suaminya Syaharie Jaang dan warga Samarinda.

Mengejutkan, 14 Persen Pasien yang Dinyatakan Sembuh Ternyata Masih Positif Corona, Para Ahli Resah

Bosan di Rumah Terus? Tonton 7 Film Ini, Cerita Mirip Wabah Virus Corona, Contagion hingga The Flu

"Yang jelas pasti kangen lah. Sangat-sangat kangen sama bapak ( Syaharie Jaang ) dan masyarakat Samarinda," ucapnya sambil tertawa.

Meskipun dengan jarak jauh, ia mengaku masih saling menjalin komunikasi melalui handphone.

"Sekarang sarananya kan banyak, tapi bukan hanya bapak. Bahkan saya sampai masuk grup camat dan lurah untuk mengetahui kondisi masyarakat Samarinda juga," tuturnya.

Puji menceritakan riwayat perjalanan terakhir sempat mengalami batuk pada 10 Maret saat di Banten. Bahkan sempat cek telinga, hidung, tenggorokan (THT) ke dokter di sana dan di Samarinda.

Hukum Sholat Jumat Diganti Dzuhur di Rumah saat Wabah Corona, Ustaz Abdul Somad Beri Penjelasan

Terungkap, Ternyata Ada Wilayah di Dunia Ini yang Paling Aman dari Corona, Kini Dihuni 4.000an Jiwa

"Tanggal 10 di Banten ibu kena batuk, sampai ke THT dua kali. Bahkan tiga kalinya di Samarinda. Jadi pas THT terakhir, diberitahu kalau obat ini dalam dua hari masih batuk, harus periksa di rumah sakit," katanya.

Ia menyebutkan kondisinya saat ini sudah membaik sudah tidak batuk lagi, namun untuk kembali ke Samarinda masih menunggu kondisi wabah Virus Corona ini sudah berakhir.

"Alhamdulillah saya sudah sehat, tapi saya memilih berdiam diri di Jakarta daripada saya keluar, salah. Tergantung kondisi nanti saya pulang. Karena kalau saya pulang kan pasti teman-teman mau ketemu. Tapi kan saya harus 14 hari dulu di rumah takutnya malah nanti jadi masalah," ucapnya. (*)

Penulis: Muhammad Riduan
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved