Berita Pemprov Kalimantan Timur

Kaltim Terima 2.400 Rapid Test, Alat Deteksi Awal Apakah Seseorang Terpapar Tidak Covid-19

"Rapid test ini bukan sebagai alat diagnostik. Saya katakan bukan untuk mendiagnosa, tapi sifatnya hanya sebagai screening

HUMASPROV KALTIM/YUVITA
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak menyampaikan keterangan pers. Hingga Kamis (26/3/2020), Kaltim sudah menerima sebanyak 2.400 rapid test. 

SAMARINDA - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak mengungkapkan sebanyak 120 boks rapid test sudah diterima. Masing-masing boks berisi 20 rapid test sehingga secara keseluruhan Kaltim menerima sebanyak 2.400 rapid test.

Rapid test merupakan alat untuk pemeriksaan cepat terhadap antibodi yang dikaitkan dengan Covid-19.

"Rapid test ini bukan sebagai alat diagnostik. Saya katakan bukan untuk mendiagnosa, tapi sifatnya hanya sebagai screening (penyaringan) deteksi awal untuk melihat apakah seseorang itu sedang terpapar atau tidak terpapar Covid-19," kata Andi Ishak saat konferensi pers rutin di Aula Dinas Kesehatan Kaltim, Kamis (26/3/2020).

Rapid test hanya sebagai langkah awal untuk melihat sejauh mana sebaran Covid-19. Penggunaan rapid test nantinya akan diproritaskan kepada tenaga kesehatan yang melayani pasien yang sudah terkonfirmasi positif di rumah sakit.

"Yang kedua ditujukan kepada keluarga pasien yang terkonfirmasi positif dan ketiga kemudian untuk PDP maupun ODP yang berpotensi terhadap penularan Covid-19," ujarnya.

Sementara terkait penerimaaan APD, Andi memaparkan pada 14 Maret 2020 sudah menerima APD lengkap sebanyak 30 set. Kemudian pada 24 Maret malam menerima APD Set lengkap sebanyak 60 paket dan baju cover all sebanyak 250 unit dan masker bedak sebanyak 6000 unit.

"Kemudian tanggal 25 Maret 2020 juga menerima APD dari Gugus Tugas Percepatan penanggulangan Covid-19 dari pusat sebanyak 2000 unit cover all (baju saja),” tambah Andi.

Bantuan APD tersebut sebagian sudah didistribusilkam kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota maupun kepada rumah sakit rujukan dalam penanganan Covid-19.

Seperti biasa, jumpa pers dihadiri sejumlah wartawan dari berbagai media lokal maupun nasional. (mar/sul/adv)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved