Virus Corona

KPK Ikut Perang Lawan Virus Corona, Firli Bahuri Tegas Hukuman Mati Pelaku Korupsi Anggaran Covid-19

KPK perang melawan Virus Corona, Ketua KPK Firli Bahuri tegas mengancam hukuman mati bagi pelaku Korupsi anggaran penanganan bencana covid-19

Kolase TribunKaltim.co / Tribunnews dan Freepik.com
KPK Ikut Perang Lawan Virus Corona, Firli Bahuri Tegas Hukuman Mati Pelaku Korupsi Anggaran Covid-19 

TRIBUNKALTIM.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) turut berperang melawan Virus Corona, Ketua KPK Firli Bahuri tegas mengancam hukuman mati bagi pelaku Korupsi anggaran penanganan bencana covid-19.

Darurat bencana Virus Corona di Indonesia membuat KPK tak tinggal diam.

Lembaga antirasuah ini turun gunung memerangi Korupsi yang memanfaatkan situasi darurat Virus Corona di Indonesia.

Tak tanggung-tanggung Ketua KPK Firli Bahuri menegaskan pelaku Korupsi anggaran penanganan bencana, termasuk penanganan covid-19, dapat dikenakan hukuman mati.

"Ingat, ancaman hukuman mati koruptor anggaran bencana dan proses pengadaan darurat bencana," kata Firli Bahuri dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3/2020) mengutip Kompas.com.

ICW Kaltim Nilai 100 Hari Kepemimpinan Firli Bahuri, KPK Minim Prestasi, Kepercayaan Publik Turun

Jumat Keramat, eks Bupati Kukar Rita Widyasari Diperiksa KPK Lagi, Soal Kasus Cuci Uang Khairuddin

Wali Kota Balikpapan Alokasikan Anggaran Rp 10 M Buat Penanganan covid-19, Sebagian Besar Untuk APD

Firli Bahuri mengatakan, KPK terus berkomunikasi dengan LKPP dan BPKP RI yang mengawasi percepatan pengadaan barang untuk penanganan Virus Corona.

Selanjutnya Firli Bahuri menjelaskan penyelamatan jiwa manusia dalam pandemi Virus Corona saat ini menjadi prioritas KPK.

"Kita dalam keadaan keprihatinan atas bencana corona, mari kita meningkatkan rasa empati, peduli, dengan bangsa ini dengan tidak melakukan Korupsi," ujar Firli Bahuri.

Jenderal polisi bintang tiga inipun menegaskan bahwa KPK terus bekerja memberantas Korupsi.

Misalnya para penyidik tetap melakukan pemeriksaan saksi karena proses penyidikan berkejaran dengan masa penahanan tersangka yang terbatas.

Halaman
1234
Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved