Virus Corona di Tarakan

Kabar Pasien Positif Virus Covid-19 Meninggal Dunia di RSUD Tarakan, Polres Ingatkan tak Sebar Hoax

Polres Tarakan, ditemukan dua pengguna media sosial Facebook menyebarkan Hoax terkait pasien positif virus Covid-19.

Tribun Kaltim/Junisah
KeberadaanLantai V RSUD Tarakan Kalimantan Utara. Polres Tarakan, ditemukan dua pengguna media sosial Facebook menyebarkan Hoax terkait pasien positif virus Covid-19 di RSUD Tarakan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Di tengah darurat penanganan virus Covid-19, sejumlah warga di kota Tarakan, Kalimantan Utara, masih melakukan penyebaran berita dan informasi yang menyesatkan alias Hoax.

Dari hasil penelusuran Polres Tarakan, ditemukan dua pengguna media sosial Facebook menyebarkan Hoax terkait pasien positif virus Covid-19.

Keduanya menyebut atau menginformasikan jika pasien positif virus Covid-19 yang dirawat di RSUD Tarakan meninggal dunia.

Sementara itu konfirmasi dari Direktur RSUD Tarakan, pasien bersanngkutan masih dalam perawatan dan menunjukan kondisi kesehatan yang makin membaik.

Atas dasar itulah Polres Tarakan mengamankan kedua orang berinisial CA dan SN yang menyebarkan informasi sesat ini.

BACA JUGA:

 Warga Banjarmasin Lewati Balikpapan, Usai Ikuti Ijtima Jamaah Tabliq di Gowa, Positif Virus Covid-19

 Masjid Al Ikhlas Balikpapan, Mulai 29 Maret Hentikan Ibadah Berjamaah Salat Lima Waktu dan Jumat

"Sifatnya informasi yang mereka bagikan di grup facebook ini meresahkan sehingga kami mengambil tindakan," ucap Kapolres Tarakan, AKBP Fillol Praja, melalui Kaur Bin Ops Satreskrim Iptu Muhammad Aldi, Minggu (29/3/2020).

Sebagai tindak lanjutnya, pihak Satreskrim Polres Tarakan sementara hanya memberikan teguran keras dan meminta kedua pelaku untuk membuat video klarifikasi.

BACA JUGA:

 BREAKING NEWS Satu Pasien Positif Covid-19 di Kota Balikpapan Meninggal Dunia, Ini Identitasnya

 Satu Pasien Positif Virus Covid-19 di Kota Balikpapan Meninggal Dunia, Begini Kronologinya

"Tak hanya teguran, kami juga mendata identitas keduanya, jika kembali melakukan perbuatan yang sama akan dikenakan pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar,” tegasnya.

(Tribunkaltim.co/Alfian)

Penulis: Alfian
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved