Kawanan Nelayan di Bontang Nyambi jadi Tukang Jambret, Begini Nasibnya Sekarang

Tak hanya jago menangkap dan menjual ikan, kawanan nelayan Bontang ini punya "profesi" sampingan sebagai komplotan jambret

TRIBUNKALTIM.CO/ FACHRI R
Kapolres Bontang AKBP Boyke Karel Wattimena saat diwawancarai Tribunkaltim.co belum lama ini di Mapolres Bontang. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Tak hanya jago menangkap dan menjual ikan, kawanan nelayan Bontang ini punya "profesi" sampingan sebagai komplotan jambret.

Namun, cerita perkawanan mereka harus berakhir di dalam penjara. Kepolisian menjebloskan 3 pelaku kejahatan ke dalam Rutan Polres Bontang.

Mereka pemuda berinisial AD, HD dan FA, ketiganya berprofesi sebagai nelayan dan penjual ikan di Bontang, Kalimantan Timur.

Ternyata tak hanya ahli menangkap ikan, ketiga pemuda yang rata-rata berusia 20 tahunan tersebut jago menangkap HP ( telepon genggam ). Mereka ditangkap Tim Rajawali Polres Bontang bersama unit Reskrim Polsek Bontang Selatan dan Polsek Bontang Utara.

"AD dan HD Warga Gunung Elai diamankan 2 jam setelah melakukan aksinya. Mereka ditangkap di Jalan MH Thamrin RT 02 Kelurahan Gunung Elai, Bontang Utara," kata Kapolres Bontang AKBP Boyke Karel Wattimena melalui Kasat Reskrim AKP Makhfud, Minggu (29/3/2020).

Prakiraan Cuaca BMKG di Bontang Minggu (29/3/2020) Cerah Berawan, Gelombang Laut Rendah

Warga Bontang Diserang Buaya Muara Sepanjang 3 Meter Saat Bersihkan Kapal, Paha Kanannya Robek

Sedang Bersihkan Kapal Nelayan, Pria dari Loktuan Ini Disambar Buaya di Selambai Kota Bontang

 

Keduanya diketahui merampas telepon genggam warga di Jalan Sultan Hasanuddin Berbas Pantai, Kamis (26/3/2020) lalu. Akibatnya, korban mengalami kerugian Rp 3,2 juta.

"Korban asik main HP di teras rumah. Siang hari itu. Pelaku turun, lalu rampas, kemudian kabur," ujarnya.

Korban yang tak terima langsung lapor ke kantor polisi. Tak perlu waktu lama keduanya berhasil ditangkap. Polisi pun kemudian melakukan pengembangan hingga akhirnya berhasil meringkus FA, yang merupakan kawanan spesialis jambret di Bontang.

Ketiganya merupakan rekan kerja. AD dan HD nelayan, sementara FA merupakan penjual ikan. Praktik kejahatan jalanan yang mereka lancarkan selalu berdua, tak pernah sendiri. Kemudian selalu bergantian.

Dari pengakuan ketiga tersangka, sejak Desember 2019 lalu mereka melakukan perbuatan melawan hukum tersebut. Atas perbuatannya, mereka dijerat pasal 365 KUHP ayat 2 huruf B, ancamannya maksimal 12 tahun penjara. (Tribunkaltim.co/Fachri)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved