Pemodelan Infeksi COVID-19 di Indonesia

BEBERAPA hari terakhir ini saya bersama rekan-rekan dosen di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda mencoba membuat pemodelan infeksi COVID-19

Freepik.com
Ilustrasi - Virus Corona atau covid-19 

Oleh: Dr. dr. Swandari Paramita, M.Kes *)
TRIBUNKALTIM.CO - BEBERAPA hari terakhir ini saya bersama rekan-rekan dosen di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda mencoba membuat pemodelan infeksi COVID-19 (virus Corona) di Indonesia.

Hal ini dimaksudkan untuk membantu pemerintah dalam mengambil langkah tepat untuk mencegah dan melawan COVID-19 di Indonesia, serta untuk memprediksi jumlah logistik dan sumber daya manusia yang diperlukan dalam melawan penyakit berbahaya ini.

Kami mencoba membuat pemodelan berdasarkan beberapa parameter tertentu di masing-masing negara, seperti kepadatan penduduk, pendapatan per kapita hingga populasi lanjut usia di negara tersebut.

Terdapat 11 negara yang kami pilih untuk menghitung korelasi terbaik dari semua parameter, yaitu Iran, Prancis, Italia, Belanda, Jerman, Cina, Inggris, Amerika Serikat, Spanyol, Malaysia, dan Singapura.

Berdasarkan hasil pemodelan tersebut, maka diperkirakan puncak jumlah kasus COVID-19 positif di Indonesia dapat mencapai maksimal 299 orang per 1 juta penduduk.

Dengan jumlah penduduk saat ini sebanyak 267 juta orang, diperkirakan bahwa jumlah kasus COVID-19 positif secara kumulatif di Indonesia akan mencapai hampir 80.000 orang.

Pandemi Virus Corona, Pemuda Kutim Kalimantan Timur Berhasil Ciptakan Alat Desinfektan

Kabar Pasien Positif Virus Covid-19 Meninggal Dunia di RSUD Tarakan, Polres Ingatkan tak Sebar Hoax

Pandemi Virus Corona, Daerah Kutim Mendapat 100 Alat Pelindung Diri, Dikirim ke RSUD Kudungga

NEWS VIDEO Dalam Waktu Dekat Pemkab Kubar Lakukan Lockdown Daerah  

Berdasarkan hasil pemodelan tersebut, ada dua hal menarik yang dapat diungkapkan. Pertama adalah penyebaran COVID-19 memiliki korelasi yang kuat dengan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah atau tokoh masyarakat.

Kedua adalah penyebaran penyakit ini memiliki korelasi yang sedang dengan populasi lansia dan sistem pelayanan kesehatan di sebuah negara.

Melihat kondisi di Indonesia saat ini, kondisi populasi lansia dan sistem pelayanan kesehatan adalah jauh berbeda dengan negara-negara yang dipilih untuk perhitungan korelasi di atas.

Dengan demikian faktor kepercayaan publik menjadi krusial untuk kondisi di Indonesia.
Rekomendasi pertama, untuk menghindari penyebaran COVID-19, strategi terbaik adalah kerjasama dengan pemimpin dan tokoh masyarakat yang kuat, sehingga orang-orang dapat mengikuti anjuran pemerintah yaitu bekerja dari rumah, belajar dari rumah, beribadah di rumah dan menjaga jarak.

Halaman
123
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved