Terkendala Sistem Baru, REI Beber Penyaluran FLPP Rumah MBR di Balikpapan Belum Signifikan

Nilai subsidi FLPP pada tahun ini adalah sebesar Rp 11 triliun, terdiri dari Rp 9 triliun daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) 2020.

Penulis: Heriani AM | Editor: Budi Susilo
TribunKaltim.co/Heriani Amir
Bentuk Rumah MBR di perumahan Jokowi Pesona Bukit Batuah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Senin (30/3/2020). Rumah subsidi yang disiapkan pemerintah dalam bentuk pembiayaan yang disebut fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Rumah atau papan adalah kebutuhan primer, bersama sandang dan pangan. Seluruh lapisan masyarakat membutuhkan rumah untuk bernaung. Untuk masyarakat berpenghasilan rendah ( MBR ), pemerintah menyiapkan rumah subsidi dengan harga terjangkau.

Rumah subsidi yang disiapkan pemerintah dalam bentuk pembiayaan yang disebut fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Komisariat Real Estate Indonesia atau REI Balikpapan, Andi Arif Mulya Dwi Hartono kepada Tribunkaltim.co pada Senin (30/3/3020). 

Nilai subsidi FLPP pada tahun ini adalah sebesar Rp 11 triliun, terdiri dari Rp 9 triliun daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) 2020 dan Rp 2 triliun dari pengembalian pokok untuk memfasilitasi 102.500 unit rumah pada tahun lalu.

"Anggaran FLPP tahun 2020 sama seperti tahun lalu, sebesar Rp 9 triliun. Kuota unit rumah subsidi pun seperti tahun sebelumnya, sekira 98 ribu unit," kata Wakil Ketua Komisariat REI Balikpapan, Andi Arif Mulya Dwi Hartono.

BACA JUGA:

Menara di Belakang Perumahan Jokowi Pesona Bukit Batuah Balikpapan Nyaris Ambruk, Warga Khawatir

Warga Perumahan Jokowi Pesona Bukit Batuah Balikpapan, Beli Air Bersih Lebih Mahal dari Harga Bensin

Tahun ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) pun membuat terobosan dengan menciptakan aplikasi SiKasep dalam penyaluran FLPP. Kebijakan ini sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah sekaligus memastikan ketepatan sasaran penyaluran FLPP kepada MBR.

Andi Arif menyebut, sistem yang dulu dengan sistem saat ini sangat berbeda. Dimana dulunya pengajuan pembelian rumah FLPP secara manual, saat ini harus melalui daring. Mereka yang mengajukan pembelian rumah FLPP pada tahun lalu, maka tahun ini harus membuat pengajuan kembali.

BACA JUGA:

Hujan Deras, Jalanan Perumahan Jokowi Pesona Bukit Batuah Berlumpur dan Sulit Dilewati

Perumahan Jokowi Minim Fasilitas, Penghuni pun Terpaksa Tampung Air Hujan

"Misalnya si A yang sudah disetujui kreditnya pada tahun 2019. Pada tahun ini, mereka tidak bisa serta-merta langsung teken kontrak. Mereka harus memasukkan permohonan yang baru lagi, yakni menggunakan sistem online," terangnya.

Sementara ketika ditanya soal kenaikan harga rumah FLPP memengaruhi minat masyarakat dalam membeli rumah FLPP, dia menjawab, tidak terlalu berpengaruh.

BACA JUGA:

Warga Perumahan Jokowi Datangi Developer Pesona Bukit Batuah, Protes Pasokan Air Bersih yang Langka

Antrean Pemasangan Jaringan PDAM Balikpapan Menumpuk, Dilema Perumahan Jokowi, DPRD Angkat Bicara

Untuk diketahui, harga rumah FLPP tahun ini mengalami kenaikan sebesar Rp 11,5 juta, dari sebelumnya Rp 153 juta menjadi Rp 164,5 juta. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81/PMK.010/2019.

"Jika dibandingkan tahun lalu, sebenarnya tidak terlalu signifikan. Kenaikan itu, secara umum masyarakat masih mampu untuk membeli dan mengangsur," pungkasnya.

(Tribunkaltim.co/Heriani)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved